Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat strategis bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung sejak siang hingga malam tersebut membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan pembangunan nasional, pendidikan, hingga perkembangan situasi global yang menjadi perhatian pemerintah.
Dalam rapat tersebut, Presiden memimpin sedikitnya lima pembahasan utama yang dinilai strategis bagi masa depan Indonesia, khususnya dalam memperkuat sumber daya manusia, menjaga stabilitas nasional, serta merespons dinamika global.
Berikut lima agenda penting yang dibahas dalam rapat di Hambalang tersebut.
1. Pembangunan 10 Kampus Baru Bidang STEM
Pemerintah membahas rencana pembangunan 10 kampus baru yang difokuskan pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam bidang riset, teknologi, dan inovasi yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global di masa depan.
2. Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Negeri
Agenda berikutnya adalah peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global.
Upaya yang dibahas meliputi penguatan riset, peningkatan kualitas akademik, serta perluasan kerja sama internasional dengan berbagai universitas terkemuka di dunia.
3. Perkembangan Situasi Geopolitik Timur Tengah
Presiden juga menerima laporan terbaru mengenai perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang saat ini menjadi perhatian dunia.
Pemerintah terus memantau dinamika tersebut untuk mengantisipasi dampaknya terhadap stabilitas global maupun kepentingan nasional Indonesia.
4. Program Pendidikan Mahasiswa Palestina
Rapat juga membahas perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia.
Program ini telah berjalan sejak 2022 dan kini jumlah mahasiswa Palestina yang mengikuti program tersebut meningkat hingga hampir 200 orang, sebagian di antaranya menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.
5. Kesiapan Pemerintah Menghadapi Arus Mudik
Selain isu pendidikan dan geopolitik, rapat juga membahas kesiapan pemerintah menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri.
Presiden meminta seluruh pihak terkait memastikan keamanan, kelancaran transportasi, serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dalam waktu dekat.
Dalam rangkaian rapat tersebut turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Melalui rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan sains dan teknologi sekaligus menjaga kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan dinamika global.










