Kabar5News – Es Gabus jadul, jajanan tempo dulu yang biasanya dijual di area sekolah mendadak menjadi bahan perbincangan publik.
Penyebabnya berawal dari beredarnya video yang memperlihatkan tindakan berlebihan oknum anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam video viral tersebut terlihat penjual es gabus jadul paruh baya yang bernama Sudrajat, tanpa sebab jelas mendapat tuduhan menyakitkan.
Ia disebut menjual es gabus memakai bahan spons, bukan hanya tuduhan saja, melainkan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum tersebut.
Kronologi Penjual Es Gabus Jadul yang Dituduh Menjual Es Pakai Bahan Spons
Awal mula penjual es gabus viral dari video yang beredar di medsos, di sana terlihat kedua aparat tengah mengintimidasi begitu kerasnya.
“Tahu kan kamu ini dari busa kan? Kenapa kamu jual?” kata petugas dalam video tersebut.
Dengan nada tegas, petugas tersebut berkata bahwa es jadul itu sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak.
“Ini kalau dimakan sama anak kecil ini bikin penyakit,” imbuhnya.
Bukan sekedar mendapatkan intimidasi dan fitnahan, Sudrajat juga mengalami penganiayaan.
“Dia beli es kue, bapaknya polisi saya belum tahu. Dibejek-bejek es kue saya kayak kapas,” ungkap Sudrajat.
Pria lanjut usia yang berjualan es selama 30 tahun itu memberikan pengakuan mengejutkan. Ia sempat dipukul, ditendang hingga wajahnya dilempari es gabus.
“Terus es kue saya dilempar di muka saya. Saya ditendang apa, semua, dikepret, ditonjok sama polisi,” ujarnya.
Setelah melalui uji laboratorium, Polres Metro Jakarta Pusat sudah bisa memastikan, bahwa es gabus jadul aman dikonsumsi anak-anak maupun segala usia. Sehingga tuduhan awal oleh kedua aparat yang viral tersebut tidak benar.
Pihak Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, akhirnya mengungkapkan permohonan maaf sebesar-besarnya di hadapan publik.
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas membuat video tentang penjual es spons di wilayah Kemayoran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” paparnya dalam video yang diunggah akun resmi @polresmetrojakartapusat, Selasa (27/1/2026).
Penjual Es Gabus Jadul Mendapat Berkah
Buah kesabaran Sudrajat dalam menerima fitnahan dan perlakuan tidak pantas, kini pria lansia tersebut menerima bantuan dari berbagai pihak.
Berdasarkan penelusuran, beberapa bantuan tersebut antara lain dari Pemerintah Kabupaten Bogor berupa sembako.
Selanjutnya ada bantuan dari Kapolres Depok, Abdul Waras yang datang langsung ke rumah Sudrajat sembari memberi satu unit sepeda motor dan sembako.
“Dan hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau,” tutur Kombes Abdul Waras di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Pengacara kondang Tanah Air, Hotman Paris juga ikut memberi bantuan hukum dengan mengirim 10 pengacara ke rumah penjual es jadul tersebut.
Masih banyak lagi bantuan yang diterima oleh pria usia 50 tahun tersebut.
Apa Itu Es Gabus?
Bagi Anda yang masih awam dengan es gabus, sebaiknya perlu memahami struktur keseluruhannya.
Es jadul tersebut mempunyai tekstur khas berpori, kalau ditekan akan hancur.
Hal itu merupakan proses alami dari pemakaian bahan utama berupa tepung hunkwe yang sudah mengalami proses pembekuan.
Jadi bukan berasal dari campuran benda asing yang membahayakan tubuh.
Siapapun bisa membuat secara mandiri dirumah dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.
Resep Es Gabus Jadul
Jika Anda penasaran dengan es jadul warna-warni tersebut, Anda bisa membuatnya menggunakan bahan berikut ini.
Bahan utama pembuatan es jadul meliputi:
• 1 bungkus tepung hunkwe (ukuran 90-100 gram).
• 750 ml santan (bisa diganti susu cair).
200 gram gula pasir.
• Sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa.
• Pewarna makanan (merah, kuning, hijau, atau sesuai selera).
Cara mudah membuat es gabus bisa Anda pahami melalui langkah berikut ini.
• Silahkan campur semua bahan dalam wadah besar, masukkan tepung hunkwe, gula pasir, garam, santan. Aduk rata sampai tidak ada bahan yang menggumpal.
• Selanjutnya, bagi adonan cair pada masing-masing wadah yang berbeda. Supaya mendapatkan efek pelangi penuh warna terang menggiurkan.
• Masak adonan warna pertama menggunakan api kecil, sambil terus diaduk sampai meletup hingga diperoleh tekstur kental seperti bubur sumsum.
• Kalau sudah matang, tuang adonan tersebut pada loyang yang sudah dilapisi plastik, ratakan.
• Masak adonan warna kedua seperti cara di atas, setelah itu tuang di atas lapisan pertama.
• Proses tersebut ulangi lagi untuk warna ketiga dan seterusnya.
• Tunggu sejenak pada suhu ruang sampai adonan memadat.
• Kalau sudah mencapai padat sempurna, bisa keluarkan dari loyang, lalu potong sesuai selera.
• Bungkus dalam plastik bening, simpan pada freezer selama kurang lebih 5 – 8 jam, hingga membeku sempurna.












