Kabar5News – Penghasilan rutin jutaan hingga puluhan juta rupiah kini bisa diperoleh secara mudah hanya berbekal gadget, keahlian editing, aplikasi khusus atau yang dikenal dengan sebutan profesi clipper.
Clipper video dapat dilakukan siapa saja tanpa memandang usia, background pendidikan maupun pengalaman. Yang terpenting punya daya kreativitas tinggi, paham editing dan bisa menentukan niche tepat.
Bagi pembuatan konten pemula, sebaiknya terjun sebagai clipper video dulu jika ingin mendapatkan penghasilan. Dari situ nanti bisa makin berkembang memiliki saluran YouTube sendiri, karena sudah punya dan paham target audiensnya.
Profesi Clipper Berbeda dengan Reuploader
Banyak orang menduga bahwa clipper video punya kemiripan dengan reuploader. Padahal keduanya jelas berbeda sekali.
Clipper itu tugasnya mengolah dan mengedit cuplikan orang lain dengan perubahan signifikan. Sedangkan reuploader hanya sekedar mengunggah ulang tanpa adanya perubahan apapun.
Konten pendek yang berhasil dibuat oleh clipper video, bisa dianggap karya baru saat mengandung editing, penambahan efek unik hingga berbagai komentar audiens.
Potensi Penghasilan Clipper Menggiurkan
Clipper video punya peluang besar mendapatkan penghasilan dari AdSense atau endorse. Jika konten Anda benar-benar unik dan kreatif bisa mendapatkan beberapa kali UMR.
Sekarang banyak sekali brand maupun kreator membutuhkan clipper untuk meningkatkan popularitas, maka tidak heran jika profesi ini semakin diminati.
Proses Monetisasi Konten Clipper
Konten clipper bisa lolos monetisasi, ketika kontennya unik atau beda dari aslinya. Contohnya seperti menambahkan komentar, teks maupun efek visual.
Monetisasi bisa ditangguhkan saat banyak sekali konten serupa yang beredar. Tapi tetap mampu diajukan banding dengan menunjukkan bukti editing serta orisinalitas.
Beberapa konten pendek clipper ada yang menonaktifkan fitur super thanks, supaya terhindar dari peniruan atau dianggap gagap monetisasi oleh pesaing.
Resiko dan Tantangan Menjalani Profesi Clipper Video
Sama seperti pekerjaan lainnya, profesi clipper juga mempunyai risiko. Umumnya konten pendek yang dihasilkan bisa terkena gagal monetisasi saat melanggar orisinalitas.
Munculnya stigma dari sebagian kreator yang punya anggapan bahwa clipper sebagai pencuri konten. Walaupun sudah mendapat izin dari pemilik serta sesuai aturan platform, maka karyanya pasti dianggap sah.
Tips Profesi Clipper Sukses
Supaya selalu terdepan dalam menghasilkan konten pendek berkualitas, otentik, berhasil monetisasi hingga mendapatkan penghasilan besar.
Clipper konten hendaknya terus fokus pada editing maupun penambahan nilai pada video yang diambil, supaya dinilai sebagai konten baru oleh algoritma.
Tentukan niche spesifik demi membangun audiens setia serta meningkatkan peluang trafik besar.
Kalau bisa jangan selalu mengandalkan kliping, usahakan berani bikin konten original, supaya bisa meningkatkan personal branding, peluang penghasilan tinggi dan endorsement.












