Kabar5News – Ramadan 1447 Hijriah telah tiba, kaum muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa wajib selama satu bulan penuh.
Saat puasa Ramadan jadwal makan menjadi sedikit ada pergeseran, normalnya tiga kali sehari menjadi dua kali yang dikenal dengan istilah sahur dan berbuka pada jam tertentu.
Sahur umumnya dilakukan saat dini hari sampai menjelang subuh, sedangkan buka puasa jatuh pada waktu maghrib. Tentu saja jeda antara dua waktu tersebut, tubuh dalam keadaan kosong tanpa makan atau minum.
Seringkali tidak tepat dalam memilih menu sahur maupun berbuka bisa membuat tubuh terasa berat saat berpuasa.
Padahal kalau paham caranya, tubuh bakalan sehat, mampu menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam. Bonusnya berupa imun yang bertambah kuat.
Nah, jika Anda ingin seperti itu. Artikel ini memberikan informasi terkait menu sahur dan berbuka yang tepat, baik untuk tubuh dari Binaragawan Indonesia Ade Rai.
Tips Menu Sahur dan Berbuka Puasa Sehat Ala Ade Rai
Jika Anda ingin ibadah puasa Ramadhan memberikan manfaat lebih untuk tubuh, coba mulai menerapkan menu sehat dari Ade Rai. Karena salah memilih menu buka dan sahur, bikin puasa menjadi terasa lebih berat.
Dalam sebuah podcast bareng raja dangdut Rhoma Irama, Ade Rai mengungkapkan satu tips mudah bikin tubuh tetap bugar dan imun kuat meskipun berpuasa satu bulan penuh.
Binaragawan Indonesia yang berusia 55 tahun tersebut memberi saran untuk sebisa mungkin tidak memasukkan karbohidrat dalam menu sahur Anda.
“Nanti kita kan mulai puasa, tipsnya satu saja kalau saya bilang. Kalau berkenan, sahur jangan masukin karbo gitu saja”, ungkap Ade Rai.
Menurut pendapatnya, tanpa memasukkan karbohidrat saat sahur ternyata punya dampak positif untuk tubuh, terkait gula darah.
“Kenapa? Karena kalau sahur nggak masukin karbo, masukinnya cuma telur saja, masukin cuma ikannya saja, gula darah tidak naik”, tuturnya.
Lebih lanjut, Ade menuturkan tanpa banyak unsur karbohidrat dalam menu sahur, gula darah tidak cepat naik, otomatis mempengaruhi tenaga dalam satu hari.
“Nah, kalau gula darah tidak naik, maka apa yang terjadi? Badan masih tetap akan pakai lemak sebagai sumber tenaga”, jelasnya.
Maka tidak salah jika selama bulan Ramadan banyak orang memanfaatkan momen tersebut untuk bersih secara iman dan imun sehat.
“Nah jadi makannya kenapa sering terjadi teman-teman melihat di bulan Ramadan ada orang yang memanfaatkan bulan Ramadan tidak hanya bersih secara keimanan tapi secara keimunan juga jadi tambah sehat, banyak tuh yang dilakukan itu”, imbuhnya.
Selain menu sahur, Ade juga membidik momen buka puasa yang mana meminimalkan hidangan manis demi menjaga kestabilan gula darah.
Sebab bisa mempengaruhi imun tubuh saat berpuasa, kalau ingin sehat perlahan menerapkan saran tersebut.
“Dan satu hal tips saja, setiap buka kalau berkenan bukalah tidak dengan yang manis-manis”, pungkasnya.










