Kabar5News.id – Contoh individu “Control Freak” dalam sebuah hubungan terlihat dalam potongan video pendek yang diunggah oleh akun Instgaram @shiella._ beberapa waktu yang lalu
Unggahan tersebut menampilkan sebuah percakapan serius yang melibatkan DJ kenamaan tanah air dan mantan istrinya.
Dalam video terlihat, sang suami memberikan nasehat kecil ke istrinya agar patuh dan mendukung pekerjaannya tanpa ada embel-embel drama rumah tangga.
“ Yey, nurut sama gue, support pekerjaan gue, gak usah banyak tingkah, gak usah ngambek-an,” katanya dikutip oleh Kabar5News.id pada Sabtu, 09/08/2025.
Sementara sang mantan istri, hanya diam dan pasrah sembari menitikan air mata, sesekali mengangguk seolah setuju dengan apa yang dikatakan suaminya.
Potongan video sukes menarik perhatian Shiella, ibu rumah tangga sekaligus pembisnis yang aktif di media sosial,
Menurutnya, video tersebut diatas bukanlah bentuk sayang dan cinta dalam kehidupan rumah tangga, melainkan control freak.
“Ini mah bukan sayang, tapi Control Freak!. Ini nyari piaraan atau nyari istri sih?,” katanya dengan nada heran.
Pribadi control freak biasanya akan mengatur pasangannya untuk memenuhi hasrat pribadinya tanpa memikirkan perasaan pasangan atau orang lain di sekitarnya.
Video tersebut sontak menyedot perhatian publik dan menimbulkan pro kontra di kalangan warganet.
Ada yang menyebutnya control freak, sebagian ada yang mengatakan sebagai bentuk perhatian suami ke istri. Dimaknai biasa saja.
Agar tidak menjadi salah kaprah, artikel di bawah ini mengulas apa itu control freak beserta ciri-cirinya dirangkum dari berbagai sumber.
Pengertian Control Freak
Control Freak merupakan istilah yang merujuk pada kondisi psikologi seseorang yang selalu ingin mendonimasi pasangannya atau orang lain.
Dalam hal ini mengontrol banyak hal di sekitarnya agar berjalan sesuai dengan kemauannya. Mereka biasanya mengatur hal kecil yan bukan tanggung jawabnya.
Apabila semua tidak berjalan sesuai dengan kemauannya biasanya akan resah hingga marah. Tipikal orang seperti ini biasanya tidak sadar dengan prilakunya.
Control Freak erat kaitannya dengan masalah psikologi yang membuat penderitanya tidak mampu mengontrol diri, seperti gangguan obsesif atau OCD, gangguan kecemasan dan gangguan kepribadian.
Ciri-ciri Control Freak
- Ingin Menang Sendiri
Control Freak akan berusaha mengatur banyak hal. Selain mengatur kepentingan dirinya sendiri, mereka juga mengatur kehidupan orang lain yang tidak ada kaitannya dengan dirinya sendiri.
- Merasa Paling Benar
Individu tersebut selalu merasa paling benar, enggan mengakui kelebihan orang lain. Mereka justru melebih-lebihkan kekurangan orang lain agar dirinya terlihat paling hebat.
Mereka kerap memebrikan kritik atau mengoreksi orang lain dengan argument yang tidak rasional serta merasa paling tahu apa yang terbaik buat semua orang.
- Melakukan Intimidasi
Seseorang dengan gangguan kepribadian tersebut, biasanya suka playing victim, enggan melakukan koreksi diri malah menyalakan orang lain dan mencari-cari pembenaran.
Mereka juga tidak segan mengintimidasi dan melakukan gaslighting supaa korbannya merasa bersalah.
- Berprilaku Kasar
Selain suka mengatur, playing victim, ingin menang sendiri, pribadi control freak cenderung berprilaku kasar terhadap korbannya.
Korban merasa tidak memiliki kebebasan untuk mengekpresikan diri, merasa rendah diri, cemas dan meyalahkan diri sendiri. Hal tersebut dedampak negatif, berisiko kena gangguan mental dan depresi.
Cara Menyikapi Individu Control Freak
Jika Anda mendapati orang terdekat di sekitar melakukan control freak dan sudah merugikan. Jangan hanya diam saja, tetapkan batasan diri sebisa mungkin dan tidak terlibat pertemanan denganya.
Jika seseorang tersebut rekan kerja atau rekan bisnis. Usahakan berteman seperlunya. Berkata dengan sopan namun tegas jika sudah diatur melebihi batas.
Fokus pada diri sendiri, tak perlu ambil pusing dengan sikapnya.
Jika ciri-ciri tersebut ada dalam diri Anda, mulailah untuk kelola emosi lebih baik lagi. Belajar untuk menghargai orang lain karena hubungan yang sehat tercipta karena masing-masing individu saling menghormati dan menghargai satu sama lain.***