Kabar5News – 32 Tahun Berlalu pasca kematian Kurt Cobain, vokalis band Grunge asal Amerika Serikat, Nirvana. Ada titik terang yang diungkap oleh para ilmuwan forensik.
Dugaan muncul bahwa kematian vokalis tersebut tidak wajar, lebih mengarah pada pembunuhan bukan bunuh diri seperti yang divonis selama ini.
Para peneliti independen yang tergabung dalam tim tidak resmi swasta tersebut melakukan analisa kembali terhadap hasil otopsi dan tempat kejadian perkara.
Hingga dugaan pembunuhan pun diutarakan ke publik.
“Ini pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu perihal ini,” ungkap Michelle Wilkins, Peneliti Independen, dikutip dari Daily Mail, Rabu, (11/2/2026).
Michelle bersama tiga rekannya bernama Brian Burnette melakukan peninjauan selama tiga hari, menggunakan sudut pandang baru serta perbedaan waktu yang lama.
Brian Brunette sendiri merupakan spesialis kasus overdosis yang diikuti trauma tembakan.
Sampai pada akhirnya, tim tersebut menarik kesimpulan mencengangkan dan berbeda dari yang selama ini dipercaya oleh penggemar Kurt Cobain.
Temuan Tim Forensik Swasta Menyatakan Bukan Bunuh Diri Tapi Dibunuh
Michelle Wilkins mengungkapkan bahwa, kesimpulan yang mengarah pada dugaan pembunuhan muncul saat timnya sudah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap hasil otopsi.
Ada tanda-tanda tidak konsisten yang muncul terkait kematian karena tembakan secara instan.
Kurt Cobain ditemukan tewas pada 8 April 1994 di rumahnya yang berlokasi di Lake Washington Boulevard, Seattle, Washington.
Mirisnya, kematian pelantun lagu “Smells Like Teen Spirit” itu diperkirakan telah terjadi tiga hari sebelumnya.
Selanjutnya, makalah yang sudah melalui proses peer review tersebut menjelaskan ada sepuluh poin bukti memperkuat bahwa Kurt Cobain diduga kuat dihadang satu maupun lebih penyerang.
Pelaku memaksa korban sampai terjadi overdosis heroin supaya lumpuh, lalu salah satu pelaku menembak di area kepala Cobain, menaruh senjata di pelukannya, meninggalkan catatan bunuh diri palsu.
Bahkan, ada tanda-tanda kuat yang diungkap untuk mematahkan penyebab kematian karena bunuh diri dengan menembak kepala sendiri.
“Ada hal-hal dalam autopsi yang membuat kita berpikir, tunggu dulu, orang ini tidak meninggal dengan sangat cepat akibat ledakan senapan,” ujar Wilkins, merujuk pada kerusakan organ yang berkaitan dengan kekurangan oksigen.
“Nekrosis pada otak dan hati terjadi pada kasus overdosis. Itu tidak terjadi pada kematian akibat senapan.” jelasnya.
Tim Forensik Swasta Menyatakan Hasil Investigasi Sudah Diatur untuk Bunuh Diri
Saat kematian Cobain, pihak Kantor Pemeriksa Medis King County mengungkapkan bahwa, sebab resmi kematian sang vokalis karena bunuh diri memakai senapan Remington Model 11 kaliber 20 gauge.
Michelle Wilkins menyatakan kalau apa yang disampaikan dalam hasil investigasi King County, seolah memang diatur sedemikian rupa seperti sutradara mengarahkan film.
“Mereka ingin kalian benar-benar yakin bahwa ini adalah bunuh diri. Tanda terima pembelian senapan dan peluru ada di sakunya. Peluru-peluru itu berjajar di dekat kakinya,” ungkapnya dikutip dari Mirror.
Sebagai tambahan informasi, polisi yang menyelidiki kasus kematian Cobain.
Sempat mengatakan kalau vokalis usia 27 tahun itu menyuntikkan heroin 10 kali lipat dari dosis normal yang biasa dipakai pengguna berat.
Hasil otopsi saat itu menemukan adanya penumpukan cairan di paru-paru, pendarahan pada mata, kerusakan pada otak dan hati.
“Kantor Pemeriksa Medis King County bekerja sama dengan aparat penegak hukum setempat, melakukan autopsi lengkap, dan mengikuti seluruh prosedur dalam menentukan cara kematian sebagai bunuh diri,” tutur seorang juru bicara Kantor Pemeriksa Medis King County.











