Kabar5news
Sabtu,21 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Ternyata bukan “Siti Nurbaya” Karya Roman Terakhir Marah Rusli

Kisah kehidupan pribadinya juga mencerminkan tema yang sering ia angkat dalam novelnya: konflik antara adat dan modernitas

Kurt Morrison by Kurt Morrison
14 Desember 2025
in HIBURAN
0
Ternyata bukan “Siti Nurbaya” Karya Roman Terakhir Marah Rusli

Marah Rusli dan "Siti Nurbaya". source gambar : TopSumbar

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Marah Rusli (1889–1968) sastrawan berasal dari Minangkabau, merupakan salah satu tokoh penting dalam kesusastraan Indonesia modern. Bersama karyanya yang monumental, ia menancapkan tonggak awal angkatan Balai Pustaka. Namun, citranya sering kali hanya terbatas pada satu mahakarya, yakni “Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai” (1922).

​Lahir di kota Padang pada 7 Agustus 1889, Marah Rusli memiliki latar belakang pendidikan yang jauh dari bidang sastra. Ia lulus dari Sekolah Dokter Hewan (Vee Artsen School) di Bogor pada tahun 1915 dan mengabdi sebagai dokter hewan hingga pensiun.

RELATED POSTS

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

Kisah kehidupan pribadinya juga mencerminkan tema yang sering ia angkat dalam novelnya: konflik antara adat dan modernitas. Marah Rusli, yang seorang bangsawan Minang, memilih untuk menikahi seorang gadis Sunda dari Bogor pada tahun 1911, sebuah keputusan yang seringkali ditentang oleh tradisi adat Minangkabau yang kuat. Pengalaman pribadi inilah yang menjadi sumber inspirasi utama bagi tema-tema karya sastranya.

​Siapa yang tidak mengenal novel roman “Siti Nurbaya”. “Siti Nurbaya” bahkan menjelma menjadi semacam budaya populer Indonesia, menjadi simbol atas pernikahan paksa yang merupakan nilai-nilai budaya yang dianggap kolot.

Sampai-sampai “Siti Nurbaya” pernah diadaptasi menjadi versi film serinya yang tayang di TVRI pada era 90an. Diperankan oleh Novia Kolopaking sebagai Siti Nurbaya, Gusti Randa sebagai Syamsul Bahri dan HIM Damsyik sebagai Datuk Maringgih.

Meski demikian “Siti Nurbaya” bukanlah karya besar satu-satu dari ayahanda seniman Harry Rusli ini. Ada satu sastra roman yang menjadi karya terakhir darinya. Roman itu berjudul “Memang Jodoh”.

“Memang Jodoh”, karya Marah Rusli

​ “Memang Jodoh” ditulis pada awal tahun 1960-an, sebagai hadiah untuk istrinya, Raden Ratna Kencana, pada momen ulang tahun ke-50 pernikahan mereka (1961)..

Uniknya, “Memang Jodoh” baru diterbitkan pada tahun 2013, lebih dari 50 tahun setelah ditulis dan lama setelah Marah Rusli wafat. Penerbitannya sesuai dengan wasiat Marah Rusli, yang meminta agar “Memang Jodoh” diterbitkan setelah semua karakter yang menjadi inspirasi dalam roman itu meninggal dunia.

Karya satu ini bersifat semi autobiografis, menjadi semacam anti-tesis bahwa semua kisah roman cinta di Ranah Minang harus berakhir tragis seperti dalam “Siti Nurbaya”.

Menceritakan pemuda asal Padang bernama Hamli, yang memilih untuk melawan adat dengan menikahi seorang gadis di luar suku dan kampung halamannya yakni Bogor. Perjuangan dan keberanian Hamli dalam mempertahankan cinta sejatinya itu berujung pada kebahagiaan, meskipun melalui rintangan yang sulit.

Continue Reading
Tags: Marah RusliMemang JodohRomansastraSiti Nurbaya
Previous Post

Direktur Utama Pertamina Tinjau logistik BBM Yang Akan Dikirim Via Udara Ke Aceh Tengah dan Bener Meriah

Next Post

Prioritaskan Korban Bencana Alam di Sumatera, Begini Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

by Kurt Morrison
19 Maret 2026
0

Kabar5News – Masa libur Idul Fitri di era 90-an terasa sangat spesial. Bagi generasi yang tumbuh di masa itu, momen...

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

by Fajar Novryanto
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Beragam lokasi wisata di Jabodetabek tetap buka dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak mudik untuk mengisi...

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

by Kurt Morrison
18 Maret 2026
0

Kabar5News – Tak terasa hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Idul Fitri atau Lebaran, di Indonesia selain momen...

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, meninggalkan...

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Terjebak kemacetan dalam waktu lama sering kali menjadi situasi yang tidak nyaman, terutama ketika tiba-tiba ingin buang air...

Next Post
Prioritaskan Korban Bencana Alam di Sumatera, Begini Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Prioritaskan Korban Bencana Alam di Sumatera, Begini Instruksi Presiden Prabowo Subianto

Anak Krakatau dalam Status Waspada; Mengenang Kengerian Letusan Dahsyat 1883

Anak Krakatau dalam Status Waspada; Mengenang Kengerian Letusan Dahsyat 1883

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

20 Maret 2026
Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

20 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In