Kabar5News – Banjir kembali melanda perumahan subsidi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Senin (26/1/2026) dini hari. Sekitar 400 kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi ke masjid, lapangan PMI, hingga pondok pesantren setelah air merendam kawasan Perumahan Nebraska Terrace.
Sebelumnya, pada Jumat (23/1/2026), ketinggian air bahkan sempat mencapai hampir dua meter. Hingga Senin sore, genangan masih tersisa sekitar 30 sentimeter di sejumlah titik. Tumpukan sampah berupa limbah rumah tangga, kayu, dan ranting pohon terlihat menumpuk di gerbang perumahan, menyisakan bau tidak sedap.
Salah satu warga, Jeremia Tampubolon (27), memilih mengontrak rumah sementara demi keselamatan keluarga. Ia mengaku khawatir, terutama karena memiliki anak kecil.
“Makanya saya mau coba ngontrak dulu, cari aman dulu,” ujarnya. Ia juga mengaku kecewa karena saat membeli rumah, pihak pengembang menyebut kawasan tersebut aman dari banjir.
Ketua RW 02, Doni, menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi, tanggul yang bocor dan jebol, serta meluapnya Kali CBL. Posisi perumahan yang lebih rendah dari permukaan sungai membuat air mudah masuk ke kawasan saat debit meningkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa memilih rumah tidak bisa hanya mengandalkan harga terjangkau atau promosi marketing.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah?
Sebelum memutuskan membeli hunian, ada beberapa aspek penting yang wajib diperiksa secara menyeluruh.
Pertama, telusuri riwayat banjir di kawasan tersebut. Calon pembeli disarankan bertanya langsung kepada warga sekitar dan memeriksa peta rawan banjir dari pemerintah daerah. Informasi lapangan sering kali lebih jujur dibanding materi promosi.
Kedua, perhatikan kondisi topografi dan elevasi tanah. Hindari lokasi yang berada di dataran rendah, cekungan, atau terlalu dekat dengan bantaran sungai. Posisi lahan yang lebih rendah dari aliran air meningkatkan risiko genangan saat hujan deras.
Ketiga, cek sistem drainase dan infrastruktur pengendali banjir. Pastikan terdapat saluran air memadai, kolam retensi, serta tanggul yang dibangun dengan perencanaan matang. Drainase buruk dapat memperparah genangan meski curah hujan tidak ekstrem.
Keempat, pastikan legalitas proyek dan kajian lingkungan (AMDAL) terpenuhi. Lahan bekas rawa atau daerah resapan yang dialihfungsikan tanpa perencanaan matang berisiko tinggi mengalami banjir berulang.
Dampak Banjir Tidak Hanya Soal Genangan
Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga tekanan ekonomi dan psikologis. Jeremia bahkan berharap ada penangguhan cicilan rumah tanpa tambahan beban karena warga harus menyewa tempat tinggal sementara.
Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko banjir bisa berdampak panjang terhadap stabilitas keluarga.
Lebih Cermat Sebelum Membeli
Hunian ideal bukan hanya nyaman dan terjangkau, tetapi juga aman dari risiko bencana. Masyarakat perlu proaktif menggali informasi, memeriksa kondisi lingkungan, serta memastikan komitmen pengembang dalam mitigasi banjir.
Belajar dari banjir di Sukamekar, keputusan membeli rumah sebaiknya didasarkan pada kajian risiko yang matang. Karena rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang aman bagi keluarga.












