Kabar5News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan keamanan dan ketertiban di 11 bandara perintis di wilayah Papua kembali pulih setelah insiden penembakan yang terjadi pada Februari lalu. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh guna menjamin keselamatan penerbangan serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Panglima Komando Daerah Pertahanan Gabungan (Kogabwilhan) III, Bambang Trisnohadi, menyatakan bahwa personel TNI telah ditempatkan di seluruh bandara perintis yang sebelumnya sempat ditutup sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan di tiga provinsi, yakni Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Pernyataan itu disampaikan usai inspeksi lapangan bersama Komandan Komando Wilayah Udara (Kowilud) III, Azhar Aditama Djojosugito, serta jajaran TNI lainnya di sejumlah lokasi, termasuk wilayah Boven Digoel.
Sebanyak 11 bandara perintis kini dijaga selama 24 jam, yakni Bandara Iwur, Teiraplu, dan Aboy di Papua Pegunungan; Korowai Batu, Bomakia, Yaniruma, dan Manggelum di Papua Selatan; serta Boega, Dagai, Fawi, dan Kapiraya di Papua Tengah. Pengamanan dilakukan melalui pendekatan terintegrasi tiga matra guna menjamin keamanan fasilitas penerbangan dan keselamatan aktivitas transportasi udara.
TNI juga mengerahkan personel Quick Reaction Corps (Korpasgat) dari Angkatan Udara untuk memperkuat pengamanan dan mendukung pengendalian lalu lintas udara di wilayah tersebut. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mencegah gangguan keamanan serta memberikan rasa aman bagi operator penerbangan maupun masyarakat.
Langkah ini diambil setelah insiden penembakan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan milik PT Smart Cakrawala Aviation yang terjadi di Bandara Korowai Batu pada 11 Februari lalu. Insiden tersebut mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia.
Sebagai respons awal, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sempat mengumumkan penutupan sementara 11 bandara perintis tersebut guna memastikan kondisi keamanan terkendali sebelum operasional kembali dibuka.
TNI menegaskan bahwa pengamanan bandara perintis bukan hanya soal stabilitas keamanan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di wilayah dengan akses geografis yang menantang.
Bandara perintis di Papua memiliki peran vital sebagai jalur distribusi logistik, kebutuhan pokok, serta layanan kesehatan dan pendidikan. Dengan pulihnya keamanan, diharapkan konektivitas udara kembali berjalan normal dan mendukung kesejahteraan masyarakat Papua sebagai bagian integral dari Indonesia.












