Kabar5news
Kamis,5 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Virus Nipah Kembali Muncul: Kenali Gejala, Penularan, dan Langkah Antisipasinya

Kasus terbaru terdeteksi di India dengan tingkat kematian tinggi. Indonesia belum melaporkan infeksi, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
29 Januari 2026
in GAYA HIDUP
0
Virus Nipah Kembali Muncul : Kenali Gejala, Penularan, dan Langkah Antisipasinya

Ilustrasi Pasien Terpapar Virus Nipah. (Foto : ChatGpt.AI)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah India melaporkan lima kasus terbaru di Barasat, Benggala Barat, per 25 Januari 2026. Dua kasus awal terkonfirmasi pada tenaga kesehatan yang diduga tertular saat menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat yang kemudian meninggal dunia sebelum sempat menjalani pemeriksaan laboratorium.

Beberapa hari setelahnya, tiga kasus tambahan dilaporkan. Otoritas kesehatan India langsung memberlakukan karantina, pelacakan kontak, dan pengawasan darurat. Sekitar 180 orang telah menjalani pemeriksaan, dengan sejumlah kontak berisiko tinggi ditempatkan dalam karantina untuk mencegah penyebaran lebih luas.

RELATED POSTS

Sejarah Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Berawal dari Deklarasi Paris

Kecap Asin yang Enak Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik, Bikin Rasa Masakan Tambah Maknyus

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah diketahui sebagai reservoir alami virus ini. Menurut World Health Organization (WHO), Nipah dikategorikan sebagai priority pathogen karena berpotensi menimbulkan wabah besar dengan dampak serius.

Infeksi virus Nipah pada manusia dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga ensefalitis (radang otak) yang fatal. Dalam berbagai wabah sebelumnya, tingkat kematian dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus ini. Penanganan medis bersifat suportif, yakni meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Bagaimana Cara Penularannya?

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui:
Kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar, mengonsumsi buah yang terkontaminasi air liur atau bekas gigitan kelelawar, kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, seperti droplet, urine, atau darah.

Masa inkubasi virus berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Kondisi ini dapat berkembang menjadi pusing, kantuk berlebihan, penurunan kesadaran, kejang, hingga tanda-tanda gangguan neurologis akibat ensefalitis akut.

Deteksi virus Nipah dilakukan melalui pemeriksaan PCR, serupa dengan metode tes Covid-19, menggunakan sampel usap hidung atau tenggorokan, serta dapat juga melalui cairan serebrospinal, urine, atau serum darah.

Respons Negara-Negara Asia

Sejumlah negara Asia Tenggara bergerak cepat merespons kasus di India. Thailand menerapkan skrining ketat bagi pelancong yang tiba dari India, khususnya Benggala Barat. Penumpang dengan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, kebingungan, atau kejang diminta segera mencari pertolongan medis, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan hewan atau pasien terinfeksi dalam 21 hari terakhir.

Nepal juga memperketat kewaspadaan di pintu masuk negaranya. Langkah ini diambil karena virus Nipah dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak serius, mengingat belum adanya vaksin dan terapi spesifik.

Bagaimana dengan Indonesia?

Hingga saat ini, Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus Nipah. Meski demikian, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan peringatan dini melalui situs infeksiemerging.kemkes.go.id sejak 13 Januari 2026.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk:
1. Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar.
2. Mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
3. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama bagi pelancong dari negara terdampak.

Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala dalam 14 hari setelah kembali dari wilayah terjangkit.

Dewan Penasehat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih, menekankan pentingnya memperketat pengawasan di pintu masuk internasional. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara dan pelabuhan diminta siaga untuk menapis pelaku perjalanan dari wilayah terdampak, termasuk negara yang memiliki mobilitas tinggi dengan India.

Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati

Dengan tingkat fatalitas yang tinggi dan belum adanya vaksin maupun obat khusus, pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam menghadapi ancaman virus Nipah. Pengawasan perjalanan, deteksi dini, serta kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan menjadi kunci utama agar Indonesia tidak kecolongan.

Kewaspadaan bukan berarti kepanikan. Justru dengan informasi yang tepat dan respons yang cepat, risiko penyebaran dapat ditekan. Belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi benteng utama menghadapi potensi wabah penyakit menular seperti virus Nipah.

Tags: "Breaking News Kesehatan""Kemenkes RI""Kesehatan Global""Penyakit Menular""Virus Nipah""Wabah India 2026"Kabar5NewsWHO
Previous Post

Bukan Sekadar Istana Kepresidenan, di Istana Cipanas Ada Tempat yang Jadi Favorit Bung Karno!

Next Post

Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaiman Wafat, Ini Profil Lengkap dan Kiprahnya

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Sejarah Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Berawal dari Deklarasi Paris

Sejarah Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Berawal dari Deklarasi Paris

by Fajar Novryanto
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) sebagai bentuk komitmen internasional dalam memerangi...

Kecap Asin yang Enak Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik, Bikin Rasa Masakan Tambah Maknyus

Kecap Asin yang Enak Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik, Bikin Rasa Masakan Tambah Maknyus

by Damayanti Rizalino
4 Februari 2026
0

Kabar5news -  Selain memberikan rasa gurih yang mendalam pada masakan, kecap asin berfungsi untuk menyeimbangkan rasa serta mempertajam aroma. Banyak...

Amankah Mengonsumsi Daging Ikan Sapu-Sapu?

Amankah Mengonsumsi Daging Ikan Sapu-Sapu?

by Mera Puspita Sari
3 Februari 2026
0

Kabar5News - Belum lama ini viral konten olahan makanan siomay sampai abon yang menggunakan bahan dasar ikan sapu-sapu. Fenomena menghebohkan...

Modus dan Dampak Child Grooming, Manipulasi Halus Berujung Trauma Mendalam

Modus dan Dampak Child Grooming, Manipulasi Halus Berujung Trauma Mendalam

by Fajar Novryanto
3 Februari 2026
0

Kabar5News - Fenomena child grooming kembali menjadi sorotan publik. Praktik ini bukan sekadar pelecehan seksual biasa, melainkan proses manipulasi psikologis...

Di Bandung Cinta Bersemi

Di Bandung Cinta Bersemi

by Redaksi
3 Februari 2026
1

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Dengan sedikit keberanian, ia mulai melawan, antara kepatuhan dan kebebasan. Niat baik...

Next Post
Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaiman Wafat, Ini Profil Lengkap dan Kiprahnya

Legenda Timnas Indonesia Dede Sulaiman Wafat, Ini Profil Lengkap dan Kiprahnya

Indonesia Kedatangan 3 Pesawat Rafale, Momentum Penguatan Pertahanan Udara Nasional

Indonesia Kedatangan 3 Pesawat Rafale, Momentum Penguatan Pertahanan Udara Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Cara Upload Video Supaya Terbaca Algoritma TikTok

Cara Upload Video Supaya Terbaca Algoritma TikTok

4 Februari 2026
Keunggulan Rumah Beratap Genteng, Program Gentengisasi Prabowo untuk Indonesia ASRI

Keunggulan Rumah Beratap Genteng, Program Gentengisasi Prabowo untuk Indonesia ASRI

4 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In