Kabar5News – Era baru tidak lagi menjamin jumlah pengikut banyak akan mampu memberikan pengaruh dalam ekosistem digital. Justru sekarang muncul fenomena baru bernama Wefluence yang mampu perlahan tatanan digital marketing.
Sebenarnya Wefluence merujuk pada pengaruh yang diberdayakan oleh orang-orang, individu biasa tapi punya kredibilitas, kemampuan dalam mempengaruhi keputusan orang lain.
Semua itu dilakukan berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekedar mengandalkan popularitas maupun jumlah follower semata. Sehingga lebih mengena dan tepat sasaran membidik audiens atau customer sesungguhnya.
Apa Itu Wefluence?
Definisi secara umum, Wefluence merupakan kombinasi dari kata kita atau We (kolektif, komunitas, kumpulan) dan influence (pengaruh, penghubung).
Saat melakukan operasional harian, didalamnya memiliki pergerakan masif yang berasal dari orang-orang non selebritis, bukan tokoh masyarakat besar. Namun, punya suara yang mampu dipercaya pada komunitas tertentu.
Contohnya seperti komunitas kecil yang berbagi rekomendasi terbaik untuk makanan lokal, gamer biasa yang menjelaskan produk gadget tanpa adanya embel-embel sponsor, ibu rumah tangga review jujur produk skincare, karyawan yang gemar tinjau produk pada platform tertentu.
Maka dari itu, mereka lebih dari sekedar dekat. Namun juga relevan, sehingga suaranya lebih mudah dipercaya daripada influencer yang sekedar mengandalkan popularitas semata.
Siapa Pemilik Wefluence?
Platform digital marketing yang satu ini sukses menggemparkan kreator maupun clipper video di tahun 2025, hingga jadi perbincangan pada berbagai media sosial.
Publik pun penasaran dengan siapa pemilik Wefluence? Apakah orang berpengaruh? Ahli dalam pemasaran digital atau lainnya?
Wefluence merupakan platform digital marketing yang dimiliki sebuah perusahaan. Pendiri sekaligus pemimpinnya bernama Aldridge Christian Seubelan.
Fungsi didirikannya platform tersebut tidak lain sebagai jembatan transparan, yang menghubungkan brand dengan creator (influencer) dan clipper (pemotong konten), bermuara pada tujuan kampanye pemasaran efisien serta transparan.
Pendiri menggunakan model bisnis berbasis kinerja atau performance based marketing, yang mana pembayaran akan dilakukan ketika konten yang diunggah menghasilkan jumlah views sesuai target.
Bagaimana Masa Depan Wefluence?
Pengaruh kolektif atau kami maupun We bakalan semakin kuat, sementara itu popularitas individu ternama atau punya follower banyak perlahan mulai menurun relevansinya.
Prediksi dalam kurun waktu 2 sampai 5 tahun ke depan akan terjadi kampanye pemasaran 70% memakai nano atau micro influencer, selebgram maupun influencer dengan pengikut banyak hanya dipakai untuk merek besar saja, Wefluence nantinya mampu memimpin retensi dan konversi, merek bisa membangun komunitas sebagai bagian dari aset pemasaran.
Dalam hal ini, dunia marketing bukan lagi menitikberatkan pada siapa paling terkenal. Tapi, lebih mengarah siapa paling mampu dipercaya.












