Kabar5News – Siapa sangka, berawal dari studio kecil di pelosok Garut, Jawa Barat, sebuah unit metal yang digawangi oleh tiga perempuan berhijab kini telah menapaki usia ke-12 tahun. Voice of Baceprot (VOB) baru saja menggelar perayaan hari jadi mereka yang ke-12, sebuah tonggak sejarah yang membuktikan bahwa konsistensi dan keberanian mampu mendobrak sekat-sekat stigma.
Bagi Marsya (vokal/gitar), Widi (bass), dan Sitti (drum), angka 12 adalah simbol ketangguhan. Sejak dibentuk pada tahun 2014 di bawah bimbingan mentor yang akrab disapa Abah Erza, VOB telah berevolusi dari sekadar band sekolah menjadi fenomena global yang membicarakan isu-isu sosial, lingkungan, hingga hak-hak perempuan melalui distorsi musik yang gahar.
Dalam acara perayaan ulang tahunnya yang digelar baru-baru ini, VOB memilih atmosfer yang lebih intim bersama para penggemar setianya, “Baladceprot”. Suasana hangat terasa saat mereka membawakan deretan hits seperti School Revolution, dan God, Allow Me to Play Music, juga nomor-nomor lainnya.
“Dua belas tahun bukan waktu yang singkat. Kami belajar banyak tentang bagaimana bertahan di tengah keraguan orang lain,” ungkap sang vokalis merangkap gitar, Marsya di sela-sela penampilan mereka. Baginya, VOB adalah ruang aman untuk berekspresi sekaligus senjata untuk menyuarakan apa yang sering dibungkam.
Mendobrak Panggung Dunia
Kilas balik perjalanan 12 tahun VOB memang mengagumkan. Puncaknya, mereka berhasil mencatatkan sejarah sebagai band Indonesia pertama yang tampil di panggung utama Glastonbury Festival 2024 di Inggris.Pencapaian ini menjadi kado luar biasa menjelang usia mereka yang ke-12, sekaligus membuktikan bahwa bahasa musik bersifat universal.
Tidak hanya soal prestasi internasional, VOB tetap konsisten membawa identitas mereka sebagai gadis dari desa. Mereka membuktikan bahwa mengenakan hijab bukanlah penghalang untuk mengekspresikan diri melalui musik metal yang agresif
Memasuki usia baru, tantangan bagi VOB tentu tidak semakin ringan. Namun, dukungan dari komunitas musik lokal dan internasional terus mengalir. Di media sosial, ucapan selamat membanjiri lini masa mereka, mulai dari sesama musisi hingga tokoh publik yang mengagumi kegigihan mereka.
Ke depannya, VOB dikabarkan tengah menyiapkan materi baru yang lebih eksplosif. Mereka berkomitmen untuk terus menyuarakan isu-isu krusial melalui lirik-lirik yang tajam dan aransemen musik yang semakin matang.










