Kabar5news
Jumat,27 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

7 Langkah Pencegahan Child Grooming Menurut Pemerintah dan Psikolog

Child grooming menjadi ancaman serius bagi anak dan remaja, terutama di era digital. Berikut tujuh langkah penting untuk mengenali dan mencegahnya sejak dini.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
6 Februari 2026
in GAYA HIDUP
0
7 Langkah Pencegahan Child Grooming Menurut Pemerintah dan Psikolog

Ilustrasi Child Grooming. (Foto : Pinterest)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Child grooming merupakan bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari karena prosesnya berlangsung bertahap dan terselubung. Pelaku biasanya memulai dengan perhatian, hadiah, dan kedekatan emosional sebelum akhirnya melakukan manipulasi serta eksploitasi.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengingatkan bahwa praktik ini bukan insiden tunggal, melainkan proses sistematis yang “membangun rasa percaya sebelum akhirnya mengeksploitasi korban”.

RELATED POSTS

Kembali Produktif! Ini 5 Cara Bangkitkan Semangat Kerja Usai Cuti Bersama Lebaran

7 Tips Aman dan Nyaman di Perjalanan Arus Balik Lebaran 2026

Menurut Isyana dan Psikolog Arida Nuralita S.Psi., M.A., ada sejumlah langkah penting yang bisa dilakukan orang tua untuk memperkuat perlindungan anak.

1. Memahami Pengertian Child Grooming
Child grooming adalah proses manipulasi emosional yang dilakukan orang dewasa terhadap anak dengan tujuan eksploitasi. Pada tahap awal, pelaku kerap tampak sebagai sosok yang peduli dan penuh perhatian. Isyana menyinggung bahwa perhatian berlebih ini sering kali membuat tanda bahaya sulit dikenali karena terlihat wajar.

2. Mengenali Tahapan Grooming
Secara umum, grooming melalui lima tahap: penargetan anak, membangun kepercayaan, isolasi sosial, desensitisasi batasan seksual, hingga mempertahankan kontrol lewat ancaman atau rasa malu. Proses ini berjalan perlahan sehingga anak tidak sadar sedang dijauhkan dari pola relasi sehat di sekitarnya.

3. Waspadai Manipulasi dan Gaslighting
Psikolog Arida menjelaskan bahwa setelah kedekatan terbentuk, pelaku mulai memainkan kalimat manipulatif. Anak bisa dibuat merasa berutang secara emosional, seolah-olah “tidak bisa mengatakan tidak”. Dalam bahasa populer, pola ini kerap disebut gaslighting, korban dibuat merasa bersalah padahal tidak melakukan kesalahan.

4. Perkuat Kelekatan (Attachment) dengan Anak
Hubungan hangat dalam keluarga menjadi benteng utama. Isyana menekankan pentingnya menjaga relasi agar orang tua tetap relevan di mata anak. Ketika kelekatan kuat, anak lebih berani bercerita jika merasa tidak nyaman atau curiga terhadap seseorang.

5. Dampingi Aktivitas Digital Anak
Di era media sosial, grooming bisa muncul lewat catfishing, yakni pelaku menyamar sebagai ‘teman sebaya’. Relasi semu ini kadang berujung pada pemerasan berbasis konten pribadi. Pendampingan digital perlu dilakukan dengan pendekatan dialogis, bukan sekadar kontrol.

6. Edukasi Anak tentang Batasan dan Hak Tubuh
Anak perlu memahami bahwa mereka berhak menjaga tubuh dan privasinya. Mereka berhak menolak permintaan apa pun yang membuat tidak nyaman, sekalipun datang dari orang yang dikenal atau dipercaya keluarga.

7. Segera Cari Bantuan Profesional Jika Ada Tanda Bahaya
Perubahan perilaku seperti menarik diri, sulit tidur, kecemasan berlebih, atau ketakutan tanpa sebab jelas bisa menjadi sinyal. Arida mengingatkan bahwa dampak psikologis grooming dapat bertahan lama, bahkan lebih lama dari luka fisik, sehingga pendampingan profesional penting dilakukan sejak dini.

Ketujuh langkah ini menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga penguatan relasi dan literasi keluarga. Dengan komunikasi terbuka, pemahaman yang tepat, serta kelekatan yang terjaga, anak-anak memiliki benteng yang lebih kokoh untuk menghadapi ancaman child grooming.

Tags: CatfishingChild GroomingEdukasi Orang TuaKabar5NewsKelekatan KeluargaPerlindungan AnakPsikologi RemajaSextortion
Previous Post

Clipper Video Bisa Maksimal Hasilkan Cuan dengan Memakai Tools Kreator TryBuzzer Ini

Next Post

Pemerintah Menerapkan WFA dan Diskon Tarif Transportasi Umum Pada Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2026

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Kembali Produktif! Ini 5 Cara Bangkitkan Semangat Kerja Usai Cuti Bersama Lebaran

Kembali Produktif! Ini 5 Cara Bangkitkan Semangat Kerja Usai Cuti Bersama Lebaran

by Fajar Novryanto
27 Maret 2026
0

Kabar5News - Momen cuti bersama Lebaran sering kali membuat ritme kerja berubah. Setelah beberapa hari menikmati waktu bersama keluarga, kembali...

7 Tips Aman dan Nyaman di Perjalanan Arus Balik Lebaran 2026

7 Tips Aman dan Nyaman di Perjalanan Arus Balik Lebaran 2026

by Mera Puspita Sari
27 Maret 2026
0

Kabar5News - Saat ini tengah memasuki periode arus balik lebaran 2026. Beberapa titik jalan nasional hingga ruas jalan tol kembali...

5 Tips Agar Tetap Produktif Setelah Cuti Bersama Lebaran 2026 Usai

5 Tips Agar Tetap Produktif Setelah Cuti Bersama Lebaran 2026 Usai

by Mera Puspita Sari
26 Maret 2026
0

Kabar5News - Periode cuti lebaran 2026 resmi berakhir pada Selasa (24/3/2026). Ada mereka yang sudah kembali bekerja, tidak sedikit pula...

Apa Bedanya WFH, WFO, dan WFA? Ini Penjelasannya di Tengah Tren Kerja Usai Lebaran

Apa Bedanya WFH, WFO, dan WFA? Ini Penjelasannya di Tengah Tren Kerja Usai Lebaran

by Fajar Novryanto
25 Maret 2026
0

Kabar5News - Usai momen Lebaran, sejumlah perusahaan mulai menerapkan sistem kerja fleksibel bagi karyawannya. Salah satu yang tengah ramai adalah...

Kapan Sebaiknya Pulang dari Mudik 2026 Agar tidak Terjebak Macet?

Kapan Sebaiknya Pulang dari Mudik 2026 Agar tidak Terjebak Macet?

by Mera Puspita Sari
25 Maret 2026
0

Kabar5News - Momen mudik lebaran selalu dinantikan setiap tahun. Sementara itu, penentuan waktu tepat untuk kembali ke perantauan bisa menjadi...

Next Post
Pemerintah Menerapkan WFA dan Diskon Tarif Transportasi Umum Pada Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2026

Pemerintah Menerapkan WFA dan Diskon Tarif Transportasi Umum Pada Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2026

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Perak

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Perak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Kembali Produktif! Ini 5 Cara Bangkitkan Semangat Kerja Usai Cuti Bersama Lebaran

Kembali Produktif! Ini 5 Cara Bangkitkan Semangat Kerja Usai Cuti Bersama Lebaran

27 Maret 2026
7 Tips Aman dan Nyaman di Perjalanan Arus Balik Lebaran 2026

7 Tips Aman dan Nyaman di Perjalanan Arus Balik Lebaran 2026

27 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In