Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dengan mengarahkan kampus-kampus di Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan gerakan nasional Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Arahan tersebut disampaikan kepada Brian Yuliarto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin. Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta laporan perkembangan keterlibatan kampus sekaligus menekankan pentingnya kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan nyata di daerah.
“Bapak Presiden telah memberikan petunjuk dan arahan bahwa kampus-kampus, terutama bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah seperti penanganan sampah dan kerapian, dapat membantu dan membackup pemda melalui program ASRI,” ujar Brian usai rapat.
Menurutnya, Presiden menginginkan kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga bertindak sebagai “asisten” bagi pemerintah daerah. Peran ini mencakup dukungan keilmuan, riset, hingga solusi praktis terhadap berbagai persoalan daerah.
“Diharapkan setiap daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten, memiliki tim dari kampus yang menjadi seperti asisten kepala daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan,” lanjut Brian.
Berbagai disiplin ilmu dinilai memiliki kontribusi penting dalam program ini. Bidang arsitektur diarahkan untuk mendukung penataan kota, sementara teknik lingkungan dan teknik mesin berperan dalam pengelolaan sampah serta penguatan sistem kebersihan.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi akan mengoordinasikan sejumlah kampus seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada untuk membentuk tim lintas disiplin di berbagai daerah.
“Ini sejalan dengan program Kemendiktisaintek Berdampak, agar penelitian dan pengajaran di kampus relevan dengan kebutuhan daerah. Presiden juga meminta keterlibatan kampus dibuat lebih terstruktur,” jelas Brian.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, serta Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap sinergi antara kampus dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga berbagai persoalan lingkungan dan tata kota dapat ditangani secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi motor penggerak solusi nyata bagi pembangunan daerah di seluruh Indonesia.












