Kabar5News – Pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah maupun kementerian terkait. Dalam beberapa tahun terakhir, TNI Angkatan Darat (TNI AD) juga aktif mengambil peran melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Salah satu program yang kini tengah dijalankan adalah Karya Bakti Skala Besar yang dilaksanakan di 12 wilayah Indonesia. Program ini difokuskan untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pelaksanaan karya bakti menyasar sejumlah daerah seperti Pulau Nias, Danau Toba, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Talaud, Nusa Tenggara Timur, hingga Merauke di Papua.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperluas pemerataan pembangunan di wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Tak Hanya Membangun, tetapi Menjawab Kebutuhan Dasar
Karya Bakti yang dijalankan TNI AD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Berbagai program dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari pembangunan Jembatan Garuda, penyediaan akses air bersih melalui Program Manunggal Air, hingga dukungan terhadap ketahanan pangan.
Maruli menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan adalah menyelesaikan kebutuhan infrastruktur secara menyeluruh di suatu wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jadi kita sudah buat program seperti ini, jadi satu pulau atau daerah kita selesaikan semua jembatannya. Biar anda merasa terpanggil, perhatikan mereka, bagaimana rasanya mereka berpuluh-puluh tahun tidak pernah punya air, tidak pernah punya jembatan. Lumpuh, tiba-tiba ada yang kasih kaki palsu,” ujar Maruli.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi juga upaya membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga mobilitas masyarakat yang selama bertahun-tahun terkendala kondisi geografis.
Percepat Pemerataan Pembangunan
Wilayah-wilayah seperti kepulauan, daerah perbatasan, hingga kawasan pegunungan umumnya menghadapi tantangan tersendiri dalam pembangunan. Kondisi geografis yang sulit membuat pembangunan jembatan maupun penyediaan air bersih sering membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.
Melalui keterlibatan TNI AD, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih cepat sekaligus menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Maruli juga mengajak para alumni Akademi Militer dari berbagai angkatan untuk ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dalam membantu pembangunan sarana umum dan fasilitas sosial bagi masyarakat.
Empat Jembatan Baru untuk Nusa Tenggara Timur
Komitmen tersebut juga terlihat dari program terbaru TNI AD di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menggunakan Kapal ADRI LIII, TNI AD mengirimkan lebih dari 400 unit material besi untuk mendukung pembangunan empat jembatan di wilayah tersebut.
Keempat jembatan tersebut ditargetkan selesai pada awal Desember 2026 dan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Melalui Karya Bakti Skala Besar, TNI AD menunjukkan bahwa perannya tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan negara, tetapi juga mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.











