Kabar5News – Upaya pemberantasan aktivitas ilegal kembali dilakukan aparat TNI dengan membongkar ladang ganja yang diduga milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Pengungkapan tersebut dipimpin oleh Lucky Avianto bersama Satgas TNI, setelah menerima laporan dari warga Desa Ngutok, Distrik Oksibil, yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di kawasan hutan sekitar permukiman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pasukan TNI melakukan penyisiran dan menemukan ladang pertama yang berisi 55 batang pohon ganja setinggi sekitar 1,5 meter dalam kondisi siap panen. Pencarian kemudian dilanjutkan ke area hutan lainnya dan kembali ditemukan 80 batang pohon ganja tambahan.
Tidak berhenti di situ, Satgas TNI juga menemukan lokasi kedua di Desa Esipding, Distrik Serambakon, dengan jumlah 81 batang pohon ganja yang bahkan mencapai tinggi hingga 2 meter.
Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan dua tersangka berinisial L-U dan C-U. Keduanya bersama barang bukti berupa total 216 batang pohon ganja langsung dibawa ke Polsek terdekat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Lucky Avianto menegaskan bahwa temuan ini kemungkinan hanya sebagian kecil dari praktik budidaya ganja ilegal yang lebih luas di wilayah pedalaman Papua.
“Satgas TNI mengamankan tersangka berinisial L-U dan C-U, kemudian dibawa bersama 216 batang pohon ganja sebagai barang bukti ke Polsek terdekat, agar proses hukum segera berjalan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan tersebut.
“Sungguh miris dan ironis. Di saat mama-mama Papua berjuang menjaga anak-anak mereka dari narkoba di tanah kelahirannya, KKB justru menanam racun di tanah yang sama. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia turut menyoroti pernyataan juru bicara KKB, Sebby Sambom, yang disebut-sebut secara terbuka mendukung aktivitas penanaman ganja di Papua.
“Seruan dan tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kehidupan sosial dan masa depan anak-anak Papua,” tambahnya.
Ke depan, TNI menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan operasi di wilayah rawan guna menekan aktivitas ilegal, sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika di daerah pedalaman.











