Kabar5News – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian nasional.
Hingga 22 Mei 2026, program tersebut tercatat telah menyerap sebanyak 1,28 juta tenaga kerja melalui 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat daerah.
Melalui pelaksanaan yang masif dan melibatkan banyak pihak, pemerintah mendorong manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat langsung dalam operasionalnya.
Berdasarkan data BGN, setiap unit SPPG rata-rata memberdayakan sekitar 50 pekerja lokal. Komposisinya terdiri dari satu kepala SPPG, satu ahli gizi, satu akuntan, serta 47 tenaga operasional. Para pekerja yang dilibatkan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas.
Skema ini dinilai membantu menekan angka pengangguran terbuka di sejumlah wilayah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
Kehadiran ribuan SPPG juga ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat karena kebutuhan bahan baku dipasok langsung dari petani, peternak, dan nelayan di daerah sekitar. Selain berdampak pada sektor ketenagakerjaan, program makan bergizi gratis juga memicu perputaran ekonomi dari hulu hingga hilir.
Distribusi bahan pangan, pengolahan makanan, hingga penyaluran ke penerima manfaat menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan banyak pelaku usaha lokal. Hingga saat ini, program MBG tercatat telah menyalurkan asupan nutrisi kepada total 62,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut mencakup 48,3 juta siswa, 6,3 juta balita, serta 4,2 juta guru dan tenaga pendidik. Tak hanya itu, jutaan ibu hamil, ibu menyusui, hingga santri di berbagai wilayah juga menjadi bagian dari penerima manfaat program tersebut.
Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.
Melalui program makan bergizi gratis, pemerintah berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.
Dengan cakupan yang terus diperluas, program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional secara berkelanjutan.











