Kabar5News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkap dugaan bahwa upaya penyelundupan ganja melalui jalur udara di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, merupakan salah satu modus yang digunakan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk mengumpulkan dana operasional atau logistic funding.
Dugaan tersebut disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto berdasarkan hasil analisis intelijen setelah aparat menggagalkan pengiriman ganja melalui Bandara Sentani pada Sabtu (11/7/2026).
“Berdasarkan analisis intelijen, tidak menutup kemungkinan bahwa upaya penyelundupan ganja ini merupakan salah satu modus penumpukan dana (logistic funding) yang digerakkan oleh kelompok separatis OPM,” ujar Lucky dalam keterangan pers yang dikutip Minggu (12/7/2026).
Menurut Lucky, hasil dari aktivitas penyelundupan tersebut diduga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan logistik sekaligus pergerakan kelompok separatis di wilayah operasi.
“Penggunaan jalur kargo udara mengindikasikan bahwa kelompok terlarang ini mencoba memanfaatkan celah sistem distribusi barang di bandara. Namun, kesiapsiagaan penuh dari Satgas Pasgat dan otoritas bandara berhasil mematahkan strategi mereka,” katanya.
Digagalkan Saat Pemeriksaan X-Ray
Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan berkat kerja sama Satuan Tugas Pasukan Gerak Cepat Pengamanan Perbatasan (Satgas Pasgat Pamtas) RI–PNG bersama petugas Bandara Sentani sekitar pukul 07.08 WIT.
Kasus itu terungkap ketika petugas melakukan pemeriksaan rutin menggunakan mesin X-Ray di area IAS Cargo Bandara Sentani. Sebuah paket kardus yang terbungkus rapi menimbulkan kecurigaan sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dibuka, petugas menemukan 50 paket ganja kering berkualitas tinggi dengan berat total sekitar 670 gram.
“Guna mengelabui petugas, barang haram tersebut sengaja disembunyikan di dalam lipatan beberapa helai pakaian,” ungkap Lucky.
Paket Hendak Dikirim ke Sorong
Berdasarkan data manifes pengiriman Lion Parcel dengan nomor resi 11LP178365133204, paket tersebut dikirim oleh terduga pelaku berinisial AS yang beralamat di Jalan Pasar Lama, Abepura, Jayapura.
Paket itu diketahui akan dikirim menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan JT 789–JT 941 menuju Sorong, Papua Barat Daya, dengan penerima berinisial RH yang beralamat di belakang Kompleks RRI Sorong.
TNI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dan otoritas bandara guna mencegah berbagai upaya penyelundupan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua, termasuk dugaan aktivitas yang berkaitan dengan pendanaan kelompok separatis.











