Kabar5News – Timnas Portugal gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di NRG Stadium, Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Selain hasil pertandingan, perhatian publik juga tertuju pada performa kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Penyerang veteran tersebut tampil sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit, namun kontribusinya di lapangan menjadi sorotan sejumlah pengamat sepak bola.
Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tercatat hanya beberapa kali terlibat dalam alur permainan Portugal. Hingga menit ke-67, ia belum mampu melepaskan tembakan tepat sasaran dan kesulitan memberikan ancaman berarti ke pertahanan lawan.
Secara keseluruhan, Ronaldo melepaskan tiga percobaan tembakan sepanjang pertandingan. Namun seluruhnya gagal mengarah ke gawang dan tidak menghasilkan peluang berbahaya bagi Portugal.
Salah satu peluang terbaik yang dimiliki Ronaldo terjadi ketika menerima umpan tarik dari Francisco Conceicao di dalam kotak penalti. Namun penyelesaiannya masih melenceng dari sasaran sehingga gagal mengubah kedudukan.
Penampilan tersebut memicu berbagai tanggapan dari kalangan mantan pemain, termasuk legenda Manchester United, Paul Scholes.
Menurut Scholes, pelatih Portugal Roberto Martinez menghadapi situasi yang tidak mudah dalam menentukan peran Ronaldo di tim nasional saat ini.
Ia menilai usia yang telah memasuki 41 tahun membuat Ronaldo tidak lagi berada dalam kondisi fisik yang sama seperti saat berada di puncak kariernya.
“Saya pikir itu sulit bagi manajer. Saya pernah bertanya kepada Roberto Martinez apakah Ronaldo menjadi masalah di timnya karena saya sendiri merasa dia sedikit menjadi masalah,” kata Scholes.
Mantan gelandang Timnas Inggris tersebut juga mempertanyakan keputusan memainkan Ronaldo sejak menit pertama hingga akhir pertandingan.
Menurut Scholes, pemain berusia 41 tahun akan menghadapi tantangan besar ketika pertandingan membutuhkan mobilitas tinggi, transisi cepat, dan intensitas permainan yang tinggi seperti di level Piala Dunia.
“Menurut saya hanya ada satu posisi di lapangan pada usia 41 tahun di mana Anda seharusnya menjadi starter, dan itu adalah kiper,” ujar Scholes.
Perdebatan Mengenai Peran Ronaldo
Scholes menegaskan bahwa kemampuan mencetak gol Ronaldo masih bisa menjadi aset berharga bagi Portugal. Namun, ia menilai peran tersebut akan lebih efektif jika dimanfaatkan pada momen tertentu dalam pertandingan.
Menurutnya, Ronaldo dapat memberikan dampak yang lebih besar apabila dimainkan sebagai pemain pengganti pada fase akhir laga ketika lawan mulai mengalami penurunan kondisi fisik.
“Bagi saya, Ronaldo lebih cocok dimainkan dalam 15 menit terakhir. Penyerang tengah berusia 40 atau 41 tahun yang bermain sejak awal pertandingan, saya benar-benar tidak memahaminya,” ujarnya.
Pandangan tersebut mencerminkan perdebatan yang kerap muncul dalam dunia sepak bola mengenai bagaimana seorang pemain senior tetap dapat memberikan kontribusi maksimal tanpa harus selalu menjadi pilihan utama.
Meski demikian, tidak sedikit pula pihak yang menilai pengalaman, kepemimpinan, dan mentalitas Ronaldo masih menjadi nilai penting bagi skuad Portugal, terutama di turnamen besar seperti Piala Dunia.
Faktor Tekanan dan Ekspektasi
Kritik terhadap Ronaldo juga mendapat tanggapan dari mantan gelandang Manchester United lainnya, Nicky Butt.
Menurut Butt, Roberto Martinez menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibanding sekadar persoalan taktik di lapangan.
Ia menilai status Ronaldo sebagai ikon sepak bola dunia membuat setiap keputusan terkait dirinya selalu menjadi perhatian publik dan suporter.
“Saya pikir Cristiano memiliki ego yang sangat besar. Dia orang yang baik, tetapi egonya sangat besar dan itu bisa menjadi masalah besar bagi skuad,” kata Butt.
Butt juga menyoroti besarnya dukungan yang masih dimiliki Ronaldo dari para pendukung Portugal. Dalam pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo, mayoritas suporter Portugal yang hadir di stadion terlihat mengenakan jersey bernomor punggung tujuh milik sang kapten.
Kondisi tersebut membuat pelatih harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan teknis tim hingga ekspektasi publik terhadap salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.
Portugal Masih Punya Peluang
Terlepas dari hasil imbang pada laga pertama, peluang Portugal untuk melaju ke fase gugur masih terbuka lebar.
Saat ini Portugal mengoleksi satu poin dan berada di posisi ketiga Grup K, di bawah Kolombia yang memimpin klasemen sementara serta sejajar dengan Republik Demokratik Kongo.
Dua pertandingan tersisa akan menjadi kesempatan bagi Roberto Martinez dan anak asuhnya untuk memperbaiki performa sekaligus memastikan langkah menuju babak berikutnya.
Di tengah sorotan terhadap Cristiano Ronaldo, Portugal kini dituntut untuk segera menemukan formula terbaik agar mampu bersaing dengan para pesaingnya dalam perburuan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.










