Kabar5News – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan dua pesawat tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 untuk mengawal pesawat yang membawa Presiden Belarus, Aleksander Lukashenko, saat memasuki wilayah udara Indonesia, Rabu (1/7/2026).
Misi pengawalan (air escort) tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan negara kepada tamu kenegaraan sekaligus memastikan keamanan penerbangan hingga proses pendaratan.
Momen pengawalan tersebut diunggah melalui akun Instagram @militer.udara. Dalam video yang dibagikan, dua pesawat Sukhoi tampak terbang berdampingan dengan pesawat kepresidenan Belarus. Selama proses pengawalan, pilot TNI AU juga melakukan komunikasi radio dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Lukashenko.
“Belarusian Air Force One, selamat datang di Indonesia. Saya akan mengawal pesawat Anda. Atas nama Angkatan Udara Indonesia, selamat datang di Indonesia,” ujar penerbang TNI AU melalui komunikasi radio.
Dari pesawat kepresidenan Belarus terdengar balasan yang menyampaikan kesiapan melanjutkan proses pendaratan.
“Escort, ini BRU-8001. Kami akan melanjutkan proses pendaratan. Sampai jumpa. Hati-hati.”
Pilot TNI AU kemudian menutup komunikasi dengan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.
“Kami sangat senang menyambut Anda dan dengan tulus mengapresiasi kunjungan Anda.”
TNI AU menjelaskan bahwa misi pengawalan terhadap kepala negara sahabat merupakan bagian dari prosedur kehormatan kenegaraan sekaligus mencerminkan profesionalisme prajurit dalam mendukung pengamanan tamu negara selama berada di wilayah Indonesia.
Pengawalan pesawat kepala negara asing juga bukan kali pertama dilakukan TNI AU. Sebelumnya, Angkatan Udara Indonesia mengerahkan pesawat tempur F-16 dan T-50 untuk mengawal pesawat yang membawa Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, saat memasuki wilayah udara Indonesia pada November 2025. Pengawalan tersebut dilaksanakan sejak pesawat memasuki wilayah udara Pekanbaru, Riau.
Melalui misi seperti ini, TNI AU terus menunjukkan kesiapan operasional sekaligus memperkuat perannya dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional serta mendukung pelaksanaan protokol kenegaraan bagi para pemimpin negara sahabat.










