Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah operasional perusahaan sepanjang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Berbagai inisiatif tersebut merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengedepankan keseimbangan antara aktivitas operasional, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, mulai dari penanaman ribuan pohon, rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, aksi bersih lingkungan, hingga edukasi bagi masyarakat dan generasi muda. Seluruh program dirancang untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Perkuat Konservasi Melalui Penghijauan dan Rehabilitasi Ekosistem
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, ANTAM Group menggelar berbagai aksi konservasi di Maluku Utara. Bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan masyarakat, perusahaan menanam lebih dari 5.000 pohon yang terdiri dari tanaman buah, pohon peneduh, hingga mangrove sebagai upaya meningkatkan tutupan vegetasi, rehabilitasi lahan, serta memperkuat penyerapan emisi karbon.
Komitmen serupa juga diwujudkan PT ANTAM UBPN Konawe Utara melalui penanaman 300 pohon di Desa Bandaeha, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, pada Sabtu (27/6/2026) bekerja sama dengan Karang Taruna Kabupaten Konawe Utara. Sementara itu, di Halmahera Timur, ANTAM turut menyerahkan bibit tanaman kepada Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Buli dalam kegiatan bersih lingkungan yang digelar Jumat (19/6/2026) sebagai bagian dari program penghijauan kawasan pelabuhan.
Tak hanya di daratan, ANTAM juga memperluas upaya konservasi melalui rehabilitasi mangrove dan transplantasi terumbu karang di Teluk Buli. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan masyarakat.
CSR & External Relations Bureau Head PT ANTAM UBPN Maluku Utara, Krisno Budiharto, mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
“Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis ANTAM. Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kami berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.
Dorong Kesadaran Lingkungan Melalui Pengelolaan Sampah
Komitmen ANTAM juga diwujudkan melalui pengembangan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara. Program yang dilaksanakan melalui TJSL tersebut mendorong desa menjadi pilot project pengelolaan sampah rumah tangga dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 23 Juni 2026, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, pelatihan pembuatan kompos serta pupuk cair menggunakan drum komposter, hingga dukungan fasilitas berupa tong sampah terpilah dan dua unit drum komposter.
Comdev & PKBL Senior Support 2 PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Serly Oktavia Mangantibe, berharap program tersebut mampu membentuk budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi langkah awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di masyarakat,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi Lewat Aksi Bersih Lingkungan
Selain edukasi, ANTAM juga aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, komunitas, dan masyarakat melalui aksi bersih lingkungan.
Salah satunya dilakukan di kawasan Pantai dan Pelabuhan Buli, Halmahera Timur, pada Jumat (19/6/2026) bersama Polres Halmahera Timur dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Sebelumnya, ANTAM Group juga berpartisipasi dalam aksi bersih lingkungan di kawasan Pelabuhan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir dari sampah plastik.
Menurut Krisno Budiharto, kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Dukung Keberlanjutan Melalui Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain menjalankan berbagai program konservasi, ANTAM turut menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang mendukung keberlanjutan lingkungan melalui Program Mandiri Pangan di Desa Mowundo, Konawe Utara.
Program yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026 tersebut mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang produktif dan berkelanjutan. Sebanyak 22 peserta memperoleh pelatihan budidaya tanaman pangan, pendampingan lapangan, hingga bantuan sarana produksi pertanian untuk mendukung implementasi program.
CSR & ER Bureau Head PT ANTAM UBPN Konawe Utara, Fachrul Mujahid, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Harapan kami, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi penggerak di lingkungannya masing-masing sehingga manfaat program dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.
Melalui berbagai program lingkungan yang dilaksanakan secara konsisten, ANTAM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Berbagai inisiatif tersebut sekaligus menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, dan pelestarian ekosistem laut.










