Kabar5News – Dalam hitungan jam, pemerintah akan resmi rilis BBM solar B50 yang digadang-gadang sebagai bahan bakar lebih ramah lingkungan, tersusun atas kombinasi biodiesel berbasis minyak sawit dan solar, pada Kamis (9/7/2026).
B50 termasuk strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor solar serta memperkokoh ketahanan energi nasional saat terjadi ketegangan geopolitik global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengungkapkan penerapan B50 bisa menghemat devisa sampai Rp 157,28 Triliun akhir tahun 2026. Hal itu disebabkan karena impor solar dapat ditekan maupun dihentikan.
“Besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita. Dan mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar,” tutur Bahlil dikutip dari CNBC Indonesia, pada Rabu (8/7/2026).
Implementasi tersebut berakibat pada ketergantungan impor dapat ditekan atau turun dari 1 juta barel per hari menjadi 700 ribu barel. Bahlil juga akan mengusulkan pembuatan B70 sampai B80 untuk kedepannya.
Apa Itu B50?
B50 merupakan bahan bakar solar dengan kombinasi biodiesel kelapa sawit dan 50% solar konvensional basis fosil. Hal tersebut termasuk langkah lanjutan pasca keberhasilan sebelumnya meluncurkan B20, B30, B40.
Berdasarkan hasil uji jalan (road test) yang dilaksanakan Kementerian ESDM dan Gaikindo, B50 aman untuk berbagai jenis mesin diesel.
Contohnya seperti mobil, truk, bus, alat berat, genset. Namun, perlu diingat bahwa filter bahan bakar maupun kondisi mesin sudah memenuhi standar pabrikan.
Keunggulan B50
Berdasarkan hasil rangkuman dari berbagai sumber, B50 punya keistimewaan tersendiri. Mulai manfaat lebih bagi lingkungan, mesin, ekonomi keseluruhan hingga devisa.
Berikut rincian singkat keunggulan B50:
1. Menurunkan Emisi Karbon
Kandungan oksigen bawaan kelapa sawit yang tinggi membantu mengoptimalkan proses pembakaran, sehingga efektif menekan asap hitam, karbon monoksida, dan hidrokarbon tidak terbakar.
2. Kandungan Sulfur Lebih Rendah
Kadar sulfur terpangkas hingga 50% dibandingkan solar fosil murni, membuat kualitas emisinya mendekati standar lingkungan Euro-4.
3. Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
Indonesia dapat meminimalkan kuota impor minyak mentah global karena 50% energinya diproduksi langsung dari sumber daya domestik.
4. Menghemat Devisa Negara
Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun (setara USD 10,84 miliar) karena berkurangnya ketergantungan pada solar impor.
5. Meningkatkan Nilai Tambah Kelapa Sawit
Program ini mendongkrak hilirisasi industri sawit dalam negeri dan membantu menstabilkan penyerapan pasar kelapa sawit domestik.
6. Aman bagi Mesin Diesel Standar
Serangkaian uji jalan oleh Kementerian ESDM di berbagai sektor otomotif dan industri membuktikan performa kendaraan tetap terjaga prima tanpa kendala penyumbatan filter yang signifikan selama mesin dirawat dengan baik.












