Kabar5News – Grup Gamelan Gong Wisnu Wara berhasil mengantarkan budaya Nusantara dikenal dan memukau ratusan penonton dalam acara bertajuk Indonesia Orchestra di Gamelan Karawitan, yang berlokasi di Roma, Italia.
Dalam konser tersebut Grup Gamelan Gong Wisnu Wara menghadirkan musik tradisional Jawa dengan tampilan memukau, sebagai bukti kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia.
Konser ini termasuk bagian Festival dei Giardini della Filarmonica, berupa festival musim panas paling bergengsi hasil besutan Academia Filarmonica Romana yang berlangsung mulai 18 Juni sampai 2 Juli 2026.
Hebatnya penampilan memukau berhasil dihadirkan oleh grup gamelan yang anggotanya warga negara asing ini dengan penampilan pembuka berupa vokal Sekar Pangkur Wetah hingga menyedot perhatian ratusan penonton.
Lantunan Musik Tradisional Jawa Berhasil Memikat Penonton
Ada lebih dari 20 pertunjukan budaya yang ikut serta dalam pertunjukan musik ini seperti Brazil, Argentina, Jepang, Kolombia, Polandia, dan lain-lain. Tapi, musik tradisional Jawa berhasil memikat ratusan penonton.
Sinden Grup Gong Wisnu Wara, Ilaria Meloni mengutarakan bahwa mereka menghadirkan aneka tembang yang kaya repertoar.
“Kami membawakan 10 rangkaian penampilan termasuk beberapa tembang Jawa seperti Ayun-Ayun Gobyok, Ricik-Ricik Banyumasan, Prau Layar, Swara Suling,” ungkap Meloni dikutip dari Mistar pada (13/7/2026).
Mengenal Grup Gong Wisnu Wara
Melansir informasi dari Instagram @gongwisnuwara, Gong Wisnu Wara merupakan kelompok musik gamelan Jawa legendaris yang berbasis di Roma, Italia, semua pemainnya termasuk Warga Negara Asing asal Italia.
Saat mengisi festival di Italia yang memicu reaksi positif dari penonton dengan menghadirkan musik tradisional Jawa, anggota grupnya terdiri dari 12 pemain musik, dua sinden, satu penari Jawa.
Mayoritas anggota grup punya kecintaan mendalam terhadap budaya Nusantara, pernah tinggal di Indonesia dalam waktu lama.
Termasuk Ilaria Meloni yang merupakan seorang peneliti serta pengajar di Universitas La Sapienza Roma ternyata pernah menetap selama tujuh tahun di Yogyakarta sejak 2010 demi menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI).
Gong Wisnu Wara sendiri dibentuk mulai akhir tahun 1980-an sampai 1990-an yang diinisiasi Profesor Giovanni Giurati, sebagai guru besar etnomusikologi pada Sapienza University of Rome.
Anggotanya terdiri dari dosen, akademisi, mahasiswa, musisi lokal Italia yang mencintai budaya Indonesia secara mendalam.
Grup ini sejak awal berdiri sampai sekarang aktif bekerja sama dengan Sapienza University of Rome dan KBRI Takhta Suci Vatikan.
Keunikan Gamelan Bagi Grup Gong Wisnu Wara
Dari sisi etnomusikologi, gamelan mempunyai daya tarik menakjubkan karena karakteristik permainan kompleks serta lebih inklusif.
“Musik ini unik dan berbeda dari musik instrumen yang sering kami pelajari karena memiliki kompleksitas yang tinggi seperti varian suara dan rhythm yang beragam,” tutur Meloni.
Lebih lanjut, ada keunggulan lain yang diungkap Meloni berupa sistem ansambel pada instrumen musik Jawa ini.
“Umumnya kemampuan memainkan musik dalam satu grup harus pada level keahlian yang setara, namun dalam permainan gamelan kami dapat mengkolaborasi level pemain musik baik yang ahli maupun pemula,” jelasnya.












