Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui penyerahan secara simbolis bangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) beserta satu unit mesin insinerator pirolisis kepada Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Penyerahan fasilitas tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Seminar dan Coaching Clinic Pendampingan Kewirausahaan serta Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM di Wilayah Sekitar Pertambangan dan Hulu Migas yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).
Fasilitas TPS3R dan mesin insinerator pirolisis diserahkan oleh Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, kepada Camat Pomalaa, Berry Harland Rais, yang didampingi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, jajaran Pemerintah Kecamatan Pomalaa, serta perwakilan PT ANTAM Tbk UBPN Nikel Kolaka.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ANTAM di bidang lingkungan yang bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan pemilahan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah sejak dari sumbernya.
Kolaka Region CSR & External Relations Sub Division Head PT ANTAM Tbk UBPN Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengatakan pembangunan TPS3R beserta dukungan mesin insinerator pirolisis merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Keberadaan fasilitas TPS3R ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, serta memberikan manfaat ekonomi melalui pengelolaan sampah yang lebih bernilai. Fasilitas ini bukan hanya menjadi aset pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat dan kelompok pengelola dapat memanfaatkan serta merawatnya dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Rusdan.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Camat Pomalaa, Berry Harland Rais, menyampaikan apresiasi atas kontribusi ANTAM dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan lingkungan di wilayahnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT ANTAM Tbk UBPN Nikel Kolaka atas kontribusinya dalam pembangunan dan penyerahan fasilitas TPS3R ini. Kehadiran TPS3R merupakan langkah nyata dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat masyarakat serta memperkuat upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Berry Harland Rais.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kecamatan Pomalaa berkomitmen mendukung pengelolaan fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok pengelola maupun masyarakat.
“Kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok pengelola dan masyarakat. Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, TPS3R juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Pemerintah Kecamatan Pomalaa siap bersinergi dengan seluruh pihak agar pengelolaan TPS3R dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Selain bangunan TPS3R, ANTAM juga menyerahkan satu unit mesin insinerator pirolisis sebagai fasilitas pendukung untuk mengelola residu sampah yang tidak dapat didaur ulang. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dengan tetap mengacu pada standar operasional dan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Melalui penyerahan sarana dan prasarana tersebut, ANTAM berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok pengelola, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.











