Kabar5News – Nama Janice Tjen kembali menjadi perhatian publik setelah berhasil menembus babak semifinal nomor ganda putri Washington Open 2026. Petenis muda Indonesia itu melaju ke empat besar bersama pasangan asal China, Zhang Shuai, usai meraih kemenangan dramatis pada babak perempat final, Kamis (30/7).
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier Janice di level internasional. Di usianya yang masih relatif muda, ia terus menunjukkan perkembangan yang konsisten dan semakin membuktikan diri sebagai salah satu harapan tenis Indonesia di masa depan.
Pada laga perempat final, Janice Tjen dan Zhang Shuai menghadapi pasangan Miyu Kato (Jepang) dan Giuliana Olmos (Meksiko). Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Janice dan Zhang harus mengakui keunggulan lawan pada set pertama dengan skor 4-6.
Namun, mereka mampu bangkit pada set kedua. Permainan yang lebih agresif dan koordinasi yang semakin solid membuat pasangan Indonesia-China itu berhasil menyamakan kedudukan setelah menang 6-2.
Penentuan kemenangan berlangsung melalui match tie-break. Di momen krusial tersebut, Janice dan Zhang tampil luar biasa dengan mendominasi permainan hingga menang telak 10-0, sekaligus memastikan tiket menuju semifinal Washington Open 2026.
Selanjutnya, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara pasangan Andreja Klepac/Makoto Ninomiya melawan Sara Errani/Nicole Melichar-Martinez.
Profil Janice Tjen
Di balik pencapaian tersebut, Janice Tjen merupakan salah satu atlet muda Indonesia yang kariernya terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir.
Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Janice mulai mengenal tenis sejak usia dini. Bakatnya berkembang melalui berbagai kompetisi nasional sebelum akhirnya menembus turnamen internasional kelompok junior.
Pada level junior, Janice beberapa kali mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan dunia dan berhasil mengumpulkan pengalaman menghadapi petenis-petenis terbaik dari berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting ketika dirinya memutuskan berkarier sebagai petenis profesional.
Sejak beralih ke level profesional, Janice aktif mengikuti berbagai turnamen ITF Women’s World Tennis Tour. Dari ajang tersebut, ia berhasil mengoleksi sejumlah gelar sekaligus meningkatkan peringkat dunianya secara bertahap.
Selain tampil di turnamen individu, Janice juga dipercaya memperkuat Tim Indonesia pada ajang Billie Jean King Cup, kompetisi beregu putri paling bergengsi di dunia. Kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa dirinya telah menjadi salah satu andalan tenis putri Indonesia.
Dari sisi permainan, Janice dikenal memiliki mobilitas tinggi, pukulan dasar (groundstroke) yang konsisten, serta kemampuan membaca permainan lawan dengan baik. Karakter tersebut membuatnya mampu tampil kompetitif, baik di nomor tunggal maupun ganda.
Dalam beberapa musim terakhir, performanya terus meningkat. Ia mulai lebih sering tampil pada turnamen level WTA, menghadapi pasangan-pasangan elite dunia, sekaligus memperkaya pengalaman bertanding di panggung internasional.
Keberhasilannya berpasangan dengan Zhang Shuai, yang merupakan mantan petenis papan atas dunia dan memiliki segudang pengalaman di turnamen Grand Slam, juga menjadi kesempatan berharga bagi Janice untuk terus mengembangkan kualitas permainannya.
Peluang Final Sesama Wakil Indonesia
Keberhasilan Janice Tjen melaju ke semifinal semakin melengkapi prestasi tenis Indonesia di Washington Open 2026. Sebab, wakil Merah Putih lainnya, Aldila Sutjiadi, juga berhasil memastikan tempat di babak empat besar.
Berpasangan dengan Erin Hope Routliffe, Aldila sukses mengalahkan pasangan tuan rumah Clervie Ngounoue/Alana Smith dengan skor meyakinkan 6-3 dan 6-2. Pada semifinal, mereka dijadwalkan menghadapi pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Menariknya, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berada di bagan pertandingan yang berbeda. Artinya, apabila keduanya berhasil memenangkan laga semifinal, publik berpeluang menyaksikan partai final yang mempertemukan dua wakil Indonesia di Washington Open 2026.
Peluang tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan bagi perkembangan tenis nasional. Kehadiran dua petenis Indonesia di babak semifinal turnamen WTA menunjukkan bahwa kualitas atlet Indonesia semakin kompetitif di level internasional.
Bagi Janice Tjen, keberhasilan melangkah hingga semifinal bukan sekadar pencapaian sesaat. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalaninya sejak level junior mulai membuahkan hasil. Dengan usia yang masih 24 tahun, peluangnya untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di panggung tenis dunia masih terbuka lebar.










