Kabar5News – Panggung Formula 1 (F1) musim 2026 kembali membara. Gelaran Grand Prix Italia yang berlangsung pada Minggu (6/9 ) di Autodromo Nazionale Monza menyajikan narasi persaingan yang makin memanas, namun berujung kelam bagi tim tuan rumah, Scuderia Ferrari.
Berdasarkan catatan resmi Formula 1 Official, Ferrari gagal memanfaatkan momentum kandang mereka sejak balapan baru dimulai.
Dikutip dari laporan analisis The Race, drama besar mewarnai kubu kuda jingkrak sejak putaran (lap) pertama. Charles Leclerc yang memulai balapan dari posisi ketiga langsung terlibat duel wheel-to-wheel dengan rekan setimnya sendiri, Lewis Hamilton.
Manuver sangat ketat ini memaksa Hamilton keluar lintasan menuju area kerikil (gravel) di Tikungan 2, yang seketika memicu protes dari sang juara dunia tujuh kali tersebut melalui transmisi radio tim.
Leclerc Menghantam Pembatas di Parabolica
Langkah Leclerc di Monza dipastikan terhenti secara prematur pada lap kedua. Saat melintasi tikungan legendaris Parabolica, mobil bernomor 16 yang ia kemudikan tiba-tiba mengalami oversteer, kehilangan kendali pada bagian belakang, dan menghantam pembatas sirkuit (barrier) dengan keras.
Insiden ini langsung memicu keluarnya mobil pengaman (Safety Car) yang kemudian disusul oleh bendera merah (Red Flag).
Meski dilaporkan selamat tanpa cedera, dalam wawancara pasca-balapan yang dirilis oleh Formula 1 Official, Leclerc secara terbuka mengaku sudah merasakan keanehan pada traksi mobilnya sejak putaran pertama. Masalah teknis inilah yang akhirnya berujung fatal pada hilangnya cengkeraman ban di Parabolica.
Kegagalan Ferrari ini menjadi pukulan telak. Jika Ferrari berhasil mengamankan kemenangan di laga ini, posisi mereka di klasemen konstruktor tentu akan makin kokoh tak tergoyahkan. Namun sebaliknya, panggung utama di Monza justru dicuri oleh tim lawan.
Seperti yang disorot dalam ulasan RFK Racing Digest, pahlawan lokal muda dari tim Mercedes, Kimi Antonelli, berhasil mencetak kemenangan sensasional di hadapan para tifosi usai melakukan start gemilang dari posisi ke-19.
Artikel ditulis oleh Muhammad Kevin Kasamiraj
Mahasiswa S1 Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Semester 5. Penggemar Formula 1.












