Kabar5News – Eko Yuli Irawan diprediksi akan mengikuti Asian Games keenam setelah berhasil masuk pada tim angkat besi yang dipersiapkan menuju Aichi-Nagoya 2026 di Jepang, tepatnya 19 September sampai 4 Oktober.
Sebagai liter senior usia 37 tahun, Eko Yuli Irawan mempunyai sederet jam terbang tinggi mengikuti kompetisi bergengsi skala nasional hingga internasional diiringi pencapaian luar biasa.
Pengalamannya dalam dunia lifter memang tidak diragukan lagi. Sejak usia belia Eko Yuli Irawan sudah mencatatkan rekor terbaik dalam kompetisi level internasional.
Perjalanan Karir Eko Yuli Irawan Sebagai Lifter
Sebagai lifter senior serta berbakat Tanah Air, Eko memiliki catatan perjalanan karir dalam hal ini rentetan kompetisi bergengsi yang pernah diikutinya.
Penampilan perdana di Doha saat Eko berusia 17 tahun pada kelas 56 kg. Ia berhasil mencatatkan capaian luar biasa sebagai peringkat keenam dengan total perolehan angka 271 kg.
Empat tahun berlalu, Eko kembali mewakili Indonesia. Di sini ia menunjukkan kemampuan terbaiknya yang berhasil memperoleh medali perunggu kelas 62 kg di Guangzhou 2010 dengan perolehan skor 311 kg.
Selanjutnya, ia kembali menambah prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu pada kelas yang sama di Incheon 2014, total perolehan skor 308 kg.
Pada tahun 2018, Eko berhasil mencatatkan skor terbaik dengan total angkatan 311 kg hingga membawa dirinya berhasil meraih medali emas pada Asian Games Jakarta-Palembang.
Catatan kemenangan sempat terhenti sejenak pada tahun 2022, tepatnya Asian Games Hangzhou. Ia tampil dalam kelas 67 kg, hanya mencatatkan angkatan snatch 145 kg, gagal tiga kesempatan clean and jerk, sehingga tidak bisa membukukan angka.
Kini, ia diketahui menjadi salah satu dari empat filter yang disiapkan Indonesia untuk Asian Games 2026, turun pada kelas 65 kg.
Profil Eko Yuli Irawan
Eko Yuli Irawan merupakan atlet angkat besi Indonesia. Kelahiran Metro, Lampung, 24 Juli 1989. Ia berhasil mencetak sejarah sebagai lifter legendaris Indonesia yang berturut-turut meraih medali dalam kompetisi internasional.
Sebagai lifter, ia turun dalam kelas pertandingan 56 kg, 61 kg, 62 kg, 67 kg. Selain itu, Eko diketahui sudah menikah pada tahun 2010, pasangannya bernama Masitah.
Ia terlahir dalam keluarga sederhana dan pekerja keras. Ayahnya bernama Saman, berprofesi sebagai tukang becak. Sementara itu, ibunya bernama Wastinah merupakan pedagang sayur.












