Kabar5News – TNI Angkatan Udara (TNI AU) kini memiliki 10 satuan baru sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan dan kemampuan organisasi dalam melaksanakan tugas.
Penambahan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari satuan operasi udara, pendidikan, pertahanan udara, hingga Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Kesepuluh satuan baru tersebut diresmikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).
Mengutip Indonesia Defense, Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) merinci 10 satuan baru tersebut. Di antaranya Skadron Udara 9, Skadron Udara 54, dan Skadron Pendidikan 106 Wingdik 100/Terbang.
Selain itu, TNI AU juga membentuk Satuan Radar (Satrad) 206/Banjarbaru dan Satrad 208/Takalar. Kehadiran dua satuan radar tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan pertahanan dan pengawasan wilayah udara nasional.
Sementara di jajaran Korpasgat, lima satuan baru yang dibentuk meliputi Divisi Parako II Pasgat, Brigade 4 Pasgat, Batalion 401, Batalion 402, dan Batalion 403.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan penambahan kekuatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU untuk meningkatkan kesiapan dalam menjalankan tugas pertahanan.
“Penambahan kekuatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kesiapan dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional serta mendukung kepentingan pertahanan negara,” kata Marsma TNI I Nyoman Suadnyana.
Peresmian satuan-satuan baru tersebut menjadi bagian dari pengembangan organisasi TNI untuk menyesuaikan kebutuhan pertahanan nasional. Bagi TNI AU, penambahan satuan mencakup unsur operasi, pendidikan, pertahanan udara, serta pasukan gerak cepat.
Dalam agenda yang sama, Presiden Prabowo juga meresmikan 189 satuan baru TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan lima satuan baru TNI Angkatan Laut (TNI AL). Dengan demikian, terdapat 204 satuan baru dari tiga matra TNI yang diresmikan dalam agenda tersebut.
Penambahan 10 satuan baru TNI AU diharapkan dapat memperkuat kesiapan organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan tugas dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional dan kepentingan pertahanan negara.










