Kabar5News – Air minum menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika dihadapkan pada banyak pilihan, tidak sedikit orang yang hanya melihat satu hal, seperti kandungan mineral, kadar TDS, atau klaim bahwa air tersebut lebih murni.
Padahal, menentukan air minum yang baik tidak cukup hanya dengan melihat satu indikator.
Mineral dalam Air Bukan Berarti Harus Dihindari
Air mineral dan air demineral memiliki karakteristik yang berbeda. Air mineral masih mengandung mineral terlarut, seperti kalsium dan magnesium. Sementara itu, proses demineralisasi dilakukan untuk mengurangi sebagian besar kandungan mineral yang terdapat dalam air.
Perbedaan tersebut kemudian sering membuat air demineral dianggap lebih unggul karena memiliki kandungan mineral yang lebih rendah.
Namun, keberadaan mineral dalam air tidak otomatis membuatnya buruk bagi tubuh. Kalsium dan magnesium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dan air minum dapat menjadi salah satu sumber asupannya.
Sebuah tinjauan sistematis mengenai air demineral dan air mineral juga tidak menemukan bukti bahwa air demineral memberikan manfaat kesehatan tambahan dibandingkan air mineral. Konsumsi air demineral dalam jangka panjang juga perlu diperhatikan karena dapat berkontribusi terhadap rendahnya asupan beberapa mineral.
Jangan Hanya Terpaku pada Angka TDS
Selain kandungan mineral, angka Total Dissolved Solids atau TDS juga sering digunakan sebagai patokan untuk menilai kualitas air.
TDS menunjukkan jumlah zat terlarut yang terdapat dalam air. Karena itu, angka TDS yang rendah sering kali diasosiasikan dengan air yang lebih bersih atau lebih murni.
Namun, TDS tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah air aman dan sehat untuk diminum.
Air dengan TDS rendah belum tentu bebas dari seluruh jenis kontaminan. Sebaliknya, keberadaan sejumlah mineral terlarut tidak otomatis membuat air tersebut berbahaya untuk dikonsumsi.
Artinya, angka TDS sebaiknya dipahami sebagai salah satu informasi mengenai karakteristik air, bukan sebagai penentu tunggal kualitas air minum.
Kualitas dan Keamanan Justru Lebih Penting
Saat memilih air minum, faktor yang tidak kalah penting adalah keamanan dan kualitasnya secara keseluruhan.
Air yang dikonsumsi sehari-hari harus memenuhi standar keamanan yang berlaku dan terbebas dari kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan.
Hal ini juga perlu diperhatikan ketika menggunakan air hasil penyaringan di rumah. Sistem penyaringan yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik air yang berbeda pula. Karena itu, hanya melihat air yang tampak jernih atau memiliki rasa tertentu tidak cukup untuk memastikan kualitasnya.
Dengan kata lain, air yang terlihat paling jernih belum tentu menjadi indikator bahwa air tersebut paling sehat.
Kebutuhan Utama Tetap Hidrasi
Pada akhirnya, hal yang paling penting dari konsumsi air adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
Air mineral maupun air yang telah melalui proses pemurnian dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidrasi, selama air tersebut aman dan memenuhi standar yang berlaku.
Kandungan mineral memang menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan, terutama karena beberapa mineral seperti kalsium dan magnesium dibutuhkan tubuh. Namun, bukan berarti semakin banyak atau semakin sedikit mineral otomatis menentukan mana yang paling sehat.
Jadi, sebelum memilih air minum, jangan hanya bertanya “berapa kandungan mineralnya?”
Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah “apakah air tersebut aman, berkualitas, dan sesuai untuk dikonsumsi sehari-hari?”
Sebab, memilih air minum bukan sekadar mencari air yang paling “murni”, tetapi memastikan air yang dikonsumsi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan aman.












