Kabar5News – Kemampuan bertempur di medan hutan membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan fisik. Prajurit juga harus menguasai taktik, membaca situasi, menjaga koordinasi, dan mengambil keputusan dalam kondisi yang menantang. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari fokus Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026 yang mempertemukan TNI Angkatan Darat (TNI AD) dengan Angkatan Darat India.
Latihan ini resmi dibuka di Lapangan Asrama Militer Yonif 515/Ugra Tapa Yudha (UTY) Kostrad, Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026). Kegiatan berlangsung selama 11 hari, mulai 27 Oktober hingga 6 November 2026.
Mengutip laporan Indonesia Defense, TNI AD mengirimkan prajurit Yonif 515/UTY Kostrad, sedangkan India diwakili personel Batalion 12 Para (Special Forces). Pembukaan latihan dipimpin Komandan Yonif 515/UTY Kostrad Letkol Inf Edy Pramono bersama Komandan Batalion 12 Para (SF) Angkatan Darat India Kolonel Maneet Kumar Pant.
Garuda Shakti 2026 menjadi kesempatan bagi kedua pasukan untuk mengasah keterampilan sekaligus bertukar pengalaman mengenai taktik dan prosedur operasi. Materi latihan mencakup teknik operasi khusus di lingkungan hutan, menembak, melintasi rintangan, serta latihan yang berkaitan dengan mobilitas dan serangan udara.
Medan hutan memiliki tantangan tersendiri. Vegetasi yang rapat, keterbatasan jarak pandang, dan karakteristik medan dapat memengaruhi pergerakan maupun komunikasi antarpersonel. Karena itu, latihan di lingkungan tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketepatan prosedur, dan kemampuan bekerja sama dalam berbagai skenario.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut hingga tahap simulasi operasi untuk menguji koordinasi, daya tahan, dan kesiapan kedua kontingen. Melalui skenario latihan tersebut, prajurit berkesempatan menerapkan materi yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.
Namun, Garuda Shakti tidak hanya berfokus pada keterampilan tempur. Latihan bersama juga menjadi ruang bagi prajurit Indonesia dan India untuk mengenal prosedur operasi, perlengkapan, serta pendekatan taktis yang diterapkan masing-masing pasukan.
Komandan Yonif 515/UTY Kostrad Letkol Inf Edy Pramono menekankan pentingnya persahabatan dan persaudaraan dalam kegiatan tersebut.
“Garuda Shakti bukan hanya tentang latihan militer, tetapi juga membangun persahabatan dan persaudaraan. Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga,” ujar Edy.
Interaksi selama latihan dapat membantu membangun kepercayaan dan pemahaman antarprajurit. Hal ini penting dalam kerja sama pertahanan karena setiap negara memiliki prosedur, pengalaman, dan kebiasaan operasional yang tidak selalu sama.
Garuda Shakti merupakan bagian dari kerja sama pertahanan bilateral Indonesia dan India. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan interoperabilitas, yaitu kemampuan pasukan dari negara berbeda untuk berkoordinasi dan menjalankan prosedur bersama secara efektif.
Melalui latihan selama 11 hari ini, kedua negara berupaya memperkuat kemampuan operasi khusus sekaligus mempererat hubungan antarpersonel militer. Pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi beragam tantangan penugasan dan mendukung kerja sama pertahanan di masa mendatang.










