Kabar5News – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat keterpaduan kekuatan darat, laut, dan udara melalui sosialisasi Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara. Kegiatan yang digelar Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Kodiklat TNI) ini menyasar jajaran Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I di Makoarmada I, Tanjung Pinang.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah untuk menyamakan pemahaman prajurit dari ketiga matra dalam menjalankan tugas pertahanan negara. Keterpaduan ini dinilai penting agar setiap unsur TNI dapat bergerak secara terkoordinasi dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Mengutip keterangan Penerangan Kodiklat TNI pada Sabtu (24/10), kegiatan tersebut diikuti 101 peserta, terdiri atas 64 peserta yang hadir secara langsung dan 37 peserta lainnya mengikuti secara daring.
Forum sosialisasi juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab untuk menghimpun pandangan dari berbagai satuan. Sejumlah masukan strategis muncul, mulai dari pentingnya integrasi dan interoperabilitas antarmatra, modernisasi TNI, kejelasan batas wilayah dalam konteks Mandala Luar, hingga penegakan hukum dan sinergi lintas kementerian serta lembaga.
Peserta turut menyoroti perlunya memperkuat keterpaduan tiga matra, menerapkan prinsip politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan kemampuan mengidentifikasi gangguan dan ancaman. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan untuk penyusunan dan pengembangan doktrin agar tetap sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional.
Doktrin Perisai Trisula Nusantara sebelumnya disahkan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada 2 Juli 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan. Doktrin ini disiapkan untuk memperbarui landasan pemikiran strategis TNI agar lebih adaptif terhadap perubahan karakter peperangan modern.
Dalam pengesahan doktrin tersebut, Agus menekankan pentingnya menyesuaikan strategi pertahanan dengan perkembangan teknologi dan pola konflik di berbagai negara.
“Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Agus.
Ia juga menyoroti penggunaan berbagai teknologi dalam peperangan modern, seperti rudal jarak jauh, drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dijalankan secara terpadu.
Perkembangan tersebut menuntut TNI tidak hanya memperkuat kemampuan masing-masing matra, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan kesamaan pola tindak dalam pelaksanaan operasi. Melalui Doktrin Perisai Trisula Nusantara, keterpaduan kekuatan darat, laut, dan udara diharapkan mampu mendukung respons yang lebih efektif terhadap ancaman multidimensi.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya menerjemahkan doktrin ke dalam pemahaman bersama di lingkungan TNI. Dengan melibatkan jajaran satuan dan menghimpun masukan strategis, pengembangan doktrin diharapkan semakin relevan dengan tantangan pertahanan yang dihadapi Indonesia.










