Kabar5News – Sejumlah pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan gabungan bersama pasukan khusus Australia di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Latihan yang berlangsung pada 19–29 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan operasi khusus.
Kegiatan bertajuk Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Trisula Wyvern 2026 ini mempertemukan satuan elite dari tiga matra TNI dengan Australian Special Operations Command (AUS SOCOMD). Latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan profesionalisme, keterampilan taktis, serta kemampuan bekerja sama dalam pelaksanaan operasi khusus.
Satuan TNI yang terlibat meliputi Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dari TNI Angkatan Laut, Satuan-81 Gultor Kopassus dari TNI Angkatan Darat, serta Satbravo 90 Korpasgat dari TNI Angkatan Udara. Masing-masing satuan memiliki kemampuan khusus yang membutuhkan kesiapan, ketepatan, dan koordinasi tingkat tinggi.
Komandan Satuan Tugas Latgabma Trisula Wyvern 2026, Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan bahwa latihan tersebut mencakup sejumlah materi untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis prajurit.
“Materi yang dilatihkan meliputi Tactical Combat Casualty Care, Sensitive Site Exploitation, dan Marksmanship Shooting,” ujar Rana.
Tactical Combat Casualty Care berfokus pada penanganan medis dalam situasi operasi. Sementara itu, Sensitive Site Exploitation berkaitan dengan pemeriksaan dan pengamanan lokasi untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan misi. Adapun Marksmanship Shooting bertujuan meningkatkan akurasi serta keterampilan menembak prajurit.
Rangkaian latihan kemudian dilanjutkan dengan materi Breaching Explosive Ordnance Disposal (EOD), Close Quarter Battle (CQB), dan Mission Planning. Seluruh materi tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Full Mission Profile, yakni simulasi pelaksanaan misi secara menyeluruh.
Melalui tahapan tersebut, prajurit tidak hanya mengasah kemampuan individu, tetapi juga meningkatkan koordinasi dan kerja sama tim. Perencanaan yang matang, komunikasi efektif, serta pengambilan keputusan dalam situasi dinamis menjadi aspek penting yang dikembangkan selama latihan.
Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, turut menekankan pentingnya latihan bersama dalam meningkatkan profesionalisme dan kemampuan tempur prajurit.
Latihan ini, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat interoperabilitas sekaligus meningkatkan hubungan kerja sama dengan pasukan khusus negara mitra. Interoperabilitas diperlukan agar satuan dari negara berbeda mampu membangun kesamaan pemahaman, prosedur, dan koordinasi ketika menjalankan tugas bersama.
Latgabma Trisula Wyvern 2026 juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara prajurit Indonesia dan Australia. Melalui interaksi selama latihan, kedua pihak dapat mempelajari pendekatan serta kemampuan masing-masing dalam menghadapi tantangan operasi khusus.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia di bidang pertahanan. Kerja sama melalui latihan militer diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional, mempererat hubungan antarpasukan, serta membangun kepercayaan dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan.










