Kabar5News – Bagi pengguna komputer pada era 1990-an hingga awal 2000-an, suara bola yang memantul, lampu berkedip, dan tantangan menjaga skor dalam permainan Pinball mungkin menjadi kenangan tersendiri. Tanpa perlu koneksi internet atau memasang aplikasi tambahan, game ini bisa langsung dimainkan setelah komputer menyala.
Namun, permainan legendaris tersebut perlahan menghilang dari sistem operasi Windows. Sejak Windows Vista, pengguna tak lagi menemukan 3D Pinball: Space Cadet sebagai permainan bawaan. Selama bertahun-tahun, hilangnya game ini memunculkan berbagai dugaan, mulai dari masalah lisensi hingga perubahan desain Windows.
Kini, kisah di balik kepergiannya kembali terungkap. Mantan insinyur Microsoft, Raymond Chen, menjelaskan bahwa penyebab utamanya justru berawal dari persoalan teknis saat Windows dikembangkan ke arsitektur 64-bit.
Bola Pinball yang Bisa Menembus Meja Permainan
Masalah muncul ketika tim Microsoft berupaya memindahkan kode Windows dari sistem 32-bit ke 64-bit. Dalam proses tersebut, Pinball mengalami gangguan pada mekanisme deteksi benturan atau collision detection.
Akibatnya, bola yang seharusnya memantul ketika mengenai objek justru bisa menembusnya. Bahkan, dalam kondisi tertentu, bola yang baru diluncurkan dapat jatuh melewati bagian bawah meja permainan. Game yang semestinya menghibur pun menjadi sulit dimainkan.
Tim pengembang mencoba memperbaiki masalah tersebut. Namun, mereka menghadapi kendala yang tidak sederhana. Kode Pinball dibuat oleh perusahaan eksternal beberapa tahun sebelumnya dan sebagian besar tidak dilengkapi dokumentasi yang memadai. Tim Microsoft bahkan kesulitan menemukan bagian kode yang bertanggung jawab atas sistem deteksi benturan.
Di sisi lain, proses pengembangan Windows melibatkan jutaan baris kode lain yang harus diselesaikan. Dengan tenggat waktu yang terus berjalan, mempertahankan Pinball bukan lagi prioritas utama. Microsoft akhirnya mengambil keputusan untuk menghapus permainan tersebut dari pengembangan Windows selanjutnya.
Bukan karena Tidak Disukai Penggunanya
Menariknya, keputusan tersebut bukan berarti Microsoft tidak menyukai permainan ini. Chen justru mengaku turut merasa kehilangan karena Pinball merupakan salah satu fitur Windows yang ia banggakan.
Game ini sendiri memiliki perjalanan panjang. 3D Pinball: Space Cadet pertama kali hadir melalui paket Microsoft Plus! untuk Windows 95 pada 24 Agustus 1995. Permainan tersebut merupakan bagian dari Full Tilt! Pinball yang dikembangkan Cinematronics dan diterbitkan Maxis.
Microsoft kemudian memperoleh lisensi untuk menyertakan satu meja permainan, Space Cadet, dalam sistem operasinya. Game ini terus hadir di Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows Me, hingga Windows XP.
Artinya, selama bertahun-tahun, Pinball bukan sekadar permainan tambahan. Kehadirannya menjadi bagian dari pengalaman menggunakan komputer Windows bagi banyak orang.
Ada Upaya Menghidupkan Kembali Pinball
Hilangnya Pinball ternyata tidak menghentikan upaya untuk menghadirkannya kembali. Microsoft sempat mencoba mengemas ulang permainan tersebut melalui proyek Microsoft Garage.
Namun, upaya itu kembali terbentur persoalan lisensi. Perjanjian awal dengan pemegang hak cipta hanya mengizinkan game disertakan bersama Windows dan paket Microsoft Plus!, bukan dirilis secara terpisah. Keterbatasan tersebut membuat rencana menghadirkannya kembali secara resmi menjadi sulit.
Meski begitu, penggemar dan pengembang independen terus berupaya mempertahankan permainan ini. Sejumlah versi tidak resmi bahkan memungkinkan Space Cadet dimainkan di perangkat dan sistem operasi yang lebih modern.
Kisah Pinball memperlihatkan bahwa umur sebuah fitur teknologi tidak selalu ditentukan oleh popularitasnya. Terkadang, persoalan teknis, keterbatasan waktu, dan urusan lisensi dapat membuat sesuatu yang dicintai pengguna harus ditinggalkan.
Dan mungkin, bagi sebagian orang, yang dirindukan bukan semata-mata permainan Pinball itu sendiri, melainkan suasana ketika membuka komputer lama, menjalankan game tersebut, lalu menghabiskan waktu mengejar skor tertinggi.










