Kabar5News – Siapa sangka, pengalaman gagal mendapatkan pasangan ternyata berkaitan dengan perubahan perilaku seekor lalat buah jantan. Penelitian ilmiah menemukan bahwa lalat buah jantan yang tidak mendapat kesempatan kawin cenderung lebih menyukai makanan yang mengandung etanol atau alkohol.
Informasi menarik mengenai perilaku lalat buah ini juga diangkat melalui unggahan akun Instagram @vinconium. Fenomena tersebut merujuk pada penelitian berjudul “Sexual Deprivation Increases Ethanol Intake in Drosophila” yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 2012. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pengalaman kawin, sistem penghargaan otak, dan preferensi terhadap etanol pada lalat buah (Drosophila melanogaster).
Tak Mendapat Kesempatan Kawin, Pilihan Berubah
Dalam eksperimen tersebut, peneliti membandingkan lalat jantan yang diberi kesempatan kawin dengan kelompok yang berulang kali mengalami penolakan saat melakukan pendekatan terhadap betina.
Perlakuan dilakukan selama empat hari. Setelah itu, lalat jantan diberi pilihan makanan dengan tambahan etanol 15 persen atau makanan tanpa tambahan etanol. Hasilnya, kelompok yang mengalami penolakan menunjukkan preferensi lebih tinggi terhadap makanan beretanol dibandingkan kelompok yang berhasil kawin.
Namun, ada fakta menarik di balik temuan ini. Peneliti juga menguji lalat jantan yang tidak mendapat kesempatan kawin, tetapi tidak mengalami penolakan langsung. Kelompok tersebut ternyata menunjukkan kecenderungan serupa.
Artinya, faktor yang lebih berpengaruh bukan semata-mata penolakan betina, melainkan tidak adanya pengalaman kawin. Karena itu, menyebut lalat buah sengaja mencari alkohol akibat patah hati sebenarnya terlalu menyederhanakan hasil penelitian.
Ada Perubahan pada Sistem Penghargaan Otak
Peneliti menemukan keterlibatan neuropeptida F (NPF), molekul pemberi sinyal dalam sistem saraf lalat yang berperan dalam mekanisme penghargaan. Kadar NPF meningkat pada lalat jantan setelah kawin, sedangkan deprivasi seksual berkaitan dengan penurunan kadarnya.
Sistem penghargaan merupakan bagian dari mekanisme biologis yang membantu organisme merespons pengalaman menyenangkan dan mendorong perilaku tertentu. Dalam penelitian tersebut, perubahan aktivitas sistem NPF juga terbukti dapat memengaruhi preferensi lalat terhadap etanol.
Peneliti menduga bahwa ketika pengalaman kawin tidak terpenuhi, perubahan pada sistem penghargaan dapat mendorong perilaku mencari alternatif yang memberikan sensasi penghargaan, termasuk mengonsumsi makanan beretanol.
Menariknya, ketika lalat jantan yang sebelumnya tidak mendapat kesempatan kawin kemudian diberi kesempatan untuk kawin, preferensi mereka terhadap etanol menurun. Temuan ini memperkuat hubungan antara pengalaman kawin dan perubahan perilaku konsumsi.
Eksperimen Menggunakan Betina Tanpa Kepala
Salah satu bagian eksperimen yang cukup mengejutkan adalah penggunaan lalat betina tanpa kepala. Metode ini membantu peneliti menguji apakah lalat jantan yang tidak mendapat kesempatan kawin tetap menunjukkan preferensi lebih tinggi terhadap etanol tanpa mengalami penolakan aktif dari betina.
Hasilnya mendukung kesimpulan bahwa ketiadaan pengalaman kawin menjadi faktor utama yang berkaitan dengan meningkatnya preferensi etanol. Eksperimen tersebut membantu peneliti membedakan efek tidak adanya kesempatan kawin dari pengalaman penolakan itu sendiri.
Meski begitu, hasil penelitian pada lalat buah tidak bisa langsung disamakan dengan perilaku manusia. Penelitian ini tidak membuktikan bahwa seseorang yang mengalami penolakan romantis akan mencari alkohol melalui mekanisme biologis yang sama.
Temuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran tentang bagaimana pengalaman dapat memengaruhi sistem penghargaan dan perilaku mencari sesuatu yang dianggap memberi kepuasan.
Jadi, jika melihat lalat buah hinggap di sekitar buah yang membusuk atau terfermentasi, belum tentu ia sedang meratapi nasib percintaannya. Bisa saja ia hanya mencari makanan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa di balik tubuh mungilnya, lalat buah menyimpan mekanisme saraf yang menarik untuk dipelajari dalam memahami hubungan antara pengalaman dan perilaku.











