Kabar5News – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) berkomitmen untuk terus turut memberikan perhatian pada bidang pendidikan. Semangat untuk memajukan pendidikan diimplementasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KPI. Program TJSL bidang pendidikan dilaksanakan di seluruh unit operasinya, yakni Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, dan Kilang Kasim.
Menurut Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary KPI, pendidikan menjadi salah satu pilar program TJSL KPI sejak awal berdiri pada 2017 lalu. “KPI tidak hanya menjalankan bisnisnya, tapi juga ikut meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, terutama yang ada di sekitar kilang. Kami telah melakukan sejumlah program TJSL yang fokus pada pendidikan,” ungkap Hermansyah.
Salah satu program TJSL yang dilakukan oleh KPI adalah Program Kejar Paket C di Kilang Dumai. Melalui kegiatan ini, KPI membantu masyarakat sekitar kilang yang tidak memiliki ijazah setingkat SMA karena sulit mendapatkan akses pendidikan. Hermansyah mengatakan, tahun 2024 lalu, program ini diikuti oleh 80 peserta.

Tak hanya membantu masyarakat mendapatkan ijazah setingkat SMA, melalui program ini, KPi juga memperluas peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan. Menurut Hermansyah, bagi mereka yang lulus program paket C, KPI memberikan pelatihan dan sertifikasi sebagai bekal untuk bersaing di lingkungan kerja.
Selain pendidikan formal, program TJSL KPI juga menyentuh pendidikan nonformal yang berbasis pada peningkatan keterampilan, diantaranya pelatihan las listrik, pelatihan sekuriti, pelatihan keterampilan UMKM dan bidang-bidang pengembangan masyarakat lainnya.
“Keterampilan yang diberikan sangat berguna bagi masyarakat. Tak hanya untuk mereka yang ingin terjun ke dunia kerja, tapi juga bagi mereka yang ingin berwirausaha. Dengan pelatihan ini, KPI juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran,” tutur Hermansyah.
Ia menjelaskan, hingga kini program TJSL pendidikan KPI telah menjangkau ratusan orang yang tersebar di enam unit operasi. Berdasarkan data tahun 2024, penerima manfaat langsung program tersebut telah mencapai 558 orang.

Selain itu, kata Hermansyah, KPI juga membuka peluang bagi pelajar SMK dan perguruan tinggi untuk melakukan magang di KPI. “Program magang ini akan memberikan kesempatan kepada para pelajar melihat dan merasakan lingkungan pekerjaan. Harapannya ketika mereka menyelesaikan pendidikannya, mereka dapat terjun ke dunia pekerjaan,” jelas Hermansyah.
Hermansyah juga menambahkan, komitmen KPI dalam mendukung pendidikan nasional selaras dengan poin keempat pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs. Yakni ikut berperan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua orang.
Sementara itu, peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei, menurut Hermansyah, menjadi momentum tepat untuk mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara, dengan turut serta mempermudah akses pendidikan untuk semua. “KPI terus berkomitmen untuk ambil peran dalam memajukan pendidikan di Indonesia, utamanya di masyarakat sekitar kilang,” pungkas Hermansyah.