Kabar5News – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Plaju terus memperkuat langkah transformasi digital dalam mendukung keandalan operasional dan efisiensi kerja. Dua inisiatif strategis tengah dijalankan secara paralel, yakni otomatisasi proses kerja dan penguatan sistem manajemen pemeliharaan terintegrasi.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan proses kerja yang lebih akurat, efisien, dan siap menjawab tantangan industri energi ke depan.
Salah satu wujud transformasi digital dilakukan melalui otomatisasi proses rutin harian. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan akurasi data. Dengan sistem baru yang telah diterapkan, proses rutin harian kini dapat diselesaikan secara lebih cepat, rapi, dan terdokumentasi.

Penguatan Manajemen Melalui Sistem Terintegrasi
Di sisi lain, Kilang Pertamina Plaju juga mengimplementasikan sistem manajemen pemeliharaan yang terintegrasi penuh. Sistem ini memungkinkan seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan dikelola secara digital dan real-time.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kilang untuk membangun standar operasional yang lebih transparan, terdokumentasi, dan dapat dimonitor dari berbagai level organisasi.

Dukungan Manajemen dan Komitmen Keandalan
Vice President Reliability PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Eko Sunarno, menyampaikan bahwa sistem digital yang diterapkan didesain untuk saling terhubung satu sama lain dan tidak berdiri sendiri. “Kita ingin memastikan semua sistem mendukung kinerja secara menyeluruh, bukan sekadar solusi jangka pendek,” ujarnya.
Sementara General Manager Kilang Pertamina Plaju, Hermawan Budiantoro, turut menegaskan bahwa transformasi digital adalah langkah penting untuk memastikan keandalan operasi kilang. “Melalui pemanfaatan teknologi, kita bisa bekerja lebih cepat, lebih presisi, dan lebih aman. Kami siap mendukung penuh agenda transformasi ini,” jelasnya.

Menuju Kilang yang Lebih Modern dan Tangguh
Dengan implementasi berbagai inisiatif digital, Kilang Pertamina Plaju kini semakin siap menghadapi tantangan masa depan. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada produktivitas internal, tetapi juga memperkuat kontribusi kilang dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui sistem operasi yang lebih modern dan tangguh.