Kabar5News – Memasuki musim Haji, Kilang Pertamina Internasional (KPI) berkomitmen untuk turut mendukung kelancaran pelaksanaan perjalanan calon jamaah ke tanah suci. Untuk memastikan kelancaran perjalanan haji, KPI berkontribusi dalam memastikan tercukupinya pasokan bahan bakar penerbangan.
Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, untuk mendukung ibadah haji tahun ini, KPI memastikan produksi Avtur berjalan optimal. Sebagai informasi, untuk periode Januari – April 2025, KPI telah memproduksi avtur (bahan bakar pesawat terbang) hingga mencapai sekitar 6 juta barrel.

Menurutnya, avtur tersebut diproduksi di sejumlah unit operasi KPI, yakni Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, dan Kilang Balongan. Dengan produksi avtur tersebut, lanjut Hermansyah, KPI siap menyukseskan perjalanan jemaah haji asal Indonesia.
“KPI menyediakan bahan bakar yang cukup untuk mendukung transportasi jemaah haji, sehingga dapat memastikan kelancaran perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi,” ujar Hermansyah.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan, jumlah jemaah haji asal Indonesia pada 2025 sebanyak 221 ribu orang. Sementara keberangkatan jemaah haji asal Indonesia dari berbagai embarkasi, telah dilakukan sejak 2 Mei 2025. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, perjalanan menuju Tanah Suci dilakukan menggunakan pesawat terbang.

Hermansyah menambahkan, KPI juga memastikan avtur yang diproduksi telah sesuai dengan standar Internasional. Ini tentunya akan meningkatkan rasa aman para jemaah haji asal Indonesia dan mengurangi risiko kecelakaan serta kejadian tidak diinginkan selama di perjalanan. Seiring dengan hal itu, Hermansyah berharap, ibadah haji tahun ini bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami berharap jemaah haji puas dengan kontribusi yang diberikan KPI sehingga dapat menjalankan ibadahnya dengan lebih nyaman dan khidmat, mulai dari perjalanan ke Tanah Suci hingga kembali lagi ke Tanah Air,” tutur Hermansyah.

Hermansyah melanjutkan, tak hanya selama musim haji, KPI juga memastikan produksi avtur di unit operasinya disesuaikan dengan target tiap bulannya. Menurutnya, avtur tak hanya dibutuhkan untuk perjalanan haji, tapi juga untuk kebutuhan nasional lainnya, karena transportasi udara kini telah menjadi salah satu andalan masyarakat.
“Semoga kontribusi KPI bisa menginspirasi perusahaan lainnya untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya,” pungkas Hermansyah.