Kabar5News – Bagi Anda yang berencana berwisata ke lokasi Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dalam waktu dekat, informasi ini penting untuk disimak.
Hal ini lantaran dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu mengalami peningkatan yang signifikan.
Kondisi tersebut memicu perhatian dari Badan Geologi yang kini secara intensif mengukur konsentrasi gas vulkanik di area kawah, sebagai upaya mitigasi risiko.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Gunung Api dari Badan Geologi, Heruningtyas, ketika ditemui beberapa waktu lalu.
“Kami ke sini dan tim untuk berkoordinasi dengan pengelola dan menyampaikan data, sekaligus juga kami membawa alat multi gas yang akan digunakan untuk pengukuran gas di kawah Tangkuban Parahu,” ujar Heruningtyas.
Menurutnya, pengukuran gas vulkanik adalah langkah krusial yang mesti dilakukan untuk memantau dinamika gunung berapi.
Hal itu juga dilakukan untuk memahami proses geologi yang sedang berlangsung, sekaligus untuk menjamin keselamatan publik.
Heruningtyas menambahkan, meski kini hanya terjadi peningkatan gempa, masyarakat juga diimbau untuk waspada dengan gas vulkanik yang keluar karena bisa berbahaya jika dihirup manusia.
Gas vulkanik seperti belerang dioksida dan hydrogen sulfida dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan menbahayakan nyawa jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.
“Gas dari gunung api ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh. Biasanya yang dirasakan pertama kali, kepala merasa pusing,” ungkapnya.
Karena itulah Heruningtyas mengiimbau masyarakat dan wisatawan tidak berlama-lama di bibir kawah agar terhindar dari paparan gas beracun yang tak terlihat, namun berbahaya.
Tak hanya itu, wisatawan juga diminta untuk selalu mengikuti instruksi dari para petugas serta papan peringatan yang ada di sekitar area kawah.
“Masyarakat dan pengunjung diimbau agar tidak terlalu lama beraktivitas di sekitar kawah,” pungkasnya.