Kabar5News – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti akan berpidato langsung dalam bahasa Indonesia, pada Sidang Umum UNESCO di Uzbekistan dan Paris, November 2025 mendatang.
Hal itu dipastikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Hafidz Muhsin beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO sejak 2023 dan ini adalah pertama kalinya perwakilan Indonesia akan berpidato dengan bahasa ibunya di forum tersebut.
Keputusan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO, Senin (20/11/2023) di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.
“Momentum ini merupakan babak baru dalam upaya membawa bahasa Indonesia ke kancah internasional, sekaligus jadi catatan sejarah penting yang menandai pengakuan global terhadap identitas dan budaya bangsa Indonesia,” ujar Hafidz.
Ia menambahkan, lewat resolusi tersebut, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi ke-10 UNESCO, sejajar dengan bahasa Inggris, Prancis, Mandarin, Arab, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia dan Portugis.
Selanjutnya, Hafidz menjelaskan langkah ini bukan hanya simbol, tapi juga bagian dari upaya pemerintah Indonesia memperluas jangkauan bahasa Indonesia ke dunia Internasional.
Sekarang, bahasa Indonesia sudah diajarkan di berbagai penjuru belahan dunia, terdapat sebanyak 52 negara, dengan lebih dari 150 ribu penutur asing aktif.
Salah satu contohnya adalah dengan hadirnya Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-azhar, Kairo, Mesir, yang telah menarik minat sekitar 300 mahasiswa baru.
“Pencapaian ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memartabatkan bahasa Indonesia di tingkat dunia dan memastikan kehadirannya semakin kuat dalam percaturan global” pungkasnya.












