Kabar5News – Rencana besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun industri mobil nasional Tanah Air mulai menunjukkan arah konkret. Upaya ini disebut sebagai langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor otomotif, terutama di era transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Sinyal kuat tentang rencana ini muncul sejak pertengahan 2025, ketika Teknologi Militer Indonesia (TMI) yaitu perusahaan di bawah naungan yayasan Kementerian Pertahanan  memamerkan mobil listrik dalam ajang otomotif nasional. Mobil tersebut diberi nama i2C (Indigenous Indonesian Car), yang secara harfiah berarti mobil asli Indonesia.
Menurut Presiden dan CEO TMI, Harsusanto, proyek ini merupakan bentuk nyata dari visi Presiden Prabowo untuk menghadirkan industri otomotif yang mandiri dan berdaya saing global.
“Kita tidak pernah punya industri otomotif yang mandiri.Jadi sesuai visi beliau, beliau ingin ini menjadi kenyataan,” ujarnya Harsusanto.
Mobil i2C dikembangkan sebagai SUV listrik berbasis baterai. Konsep desainnya menonjolkan unsur budaya lokal simbol Burung Garuda, yang diolah menjadi elemen estetika modern oleh tim desainer TMI. Pendekatan ini diharapkan menciptakan identitas otomotif yang benar-benar merepresentasikan karakter bangsa Indonesia.
TMI menargetkan proyek ini dapat memasuki tahap produksi massal paling lambat pada tahun 2028, dengan harga jual di kisaran di bawah Rp500 juta agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah ini bukan sekadar proyek otomotif semata, tetapi juga menjadi simbol kemandirian industri nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat fondasi teknologi dan produksi dalam negeri. Indonesia pun berpeluang menapaki babak baru sebagai pemain penting dalam industri kendaraan listrik dunia.












