Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali tampil di forum internasional bergengsi KTT APEC 2025 yang digelar di Busan, Korea Selatan. Dalam forum ekonomi terbesar kawasan Asia-Pasifik ini, Prabowo berada satu panggung dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dua tokoh dunia yang tengah membentuk arah baru hubungan perdagangan global.
- Forum Strategis yang Sarat Diplomasi
KTT APEC 2025 resmi dibuka pada Jumat (31/10/2025). Forum ini menjadi ajang bagi para pemimpin ekonomi untuk membahas kebijakan perdagangan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan di Asia-Pasifik.
Bagi Indonesia, kehadiran Prabowo bukan sekadar seremonial. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan memperluas peluang investasi strategis di kawasan.
- Xi Jinping dan Trump Capai Kesepakatan Baru
Dikutip dari Reuter, Jumat (31/10/2025), momen menarik terjadi saat Xi Jinping dan Donald Trump menggelar pertemuan bilateral di sela forum. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan penurunan tarif impor AS terhadap produk China dari 57% menjadi 47%. Sebagai gantinya, China berjanji memerangi perdagangan fentanyl ilegal dan melanjutkan pembelian 12 juta ton kedelai dari Amerika hingga awal 2026.
Selain itu, Beijing sepakat menangguhkan sementara pembatasan ekspor logam langka selama satu tahun yang berperan dalam industri mobil, pesawat, dan persenjataan, dan selama ini menjadi salah satu alat Beijing dalam perang dagang dengan AS. Langkah yang diyakini dapat menstabilkan rantai pasok global.
Pada saat yang sama, pemerintah China setuju untuk mengakuisisi aplikasi TikTok agar berada di bawah kendali AS dan berharap proses ini akan berjalan lancar dalam beberapa bulan mendatang.
- Posisi Indonesia di Tengah Dinamika Global
Kehadiran Prabowo di forum ini juga membawa bobot tersendiri. Pemerintah Indonesia terus mendorong kerja sama ekonomi inklusif, investasi hijau, dan perdagangan yang adil. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia ingin berperan aktif sebagai jembatan antara kekuatan besar dunia, bukan sekadar pengikut tren geopolitik.
Seperti halnya pada sidang PBB September lalu, Prabowo membawa pulang beberapa kesepakatan yaitu, komitmen investasi senilai Rp.380 Triliun, kerja sama ICA CEPA di Kanada, dan membawa pulang 30.000 artefak atau benda bersejarah lainnya.
- Agenda Prabowo di APEC 2025
Berdasarkan jadwal resmi, Prabowo dijadwalkan menghadiri:
- AELM Session 1 pada Pukul 10.00 WS s/d 12.15 WS: Pembahasan arah kebijakan ekonomi kawasan Asia-Pasifik, termasuk isu perdagangan, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.
- Dialog APEC – ABAC pada Pukul 12.40 s/d 13.50: Diskusi bersama kalangan bisnis Asia-Pasifik guna membahas pandangan dunia usaha terhadap arah kebijakan ekonomi kawasan.
- Gala Dinner Pemimpin APEC: Forum diplomasi informal yang mempererat hubungan antar-negara. Sekaligus sesi penutupan APEC 2025.
- Arah Baru Diplomasi Indonesia
Partisipasi Prabowo dalam APEC 2025 menegaskan bahwa Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah ekonomi kawasan. Dengan kemampuan menjembatani kepentingan berbagai pihak, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan moderat yang mempromosikan stabilitas dan pertumbuhan bersama di Asia-Pasifik.
Forum KTT APEC 2025 disiarkan langsung dari Press Working Area dan kanal YouTube resmi @APEC2025KOREA, dan dapat diakses berjalannya forum secara real-time oleh publik seluruh dunia.












