Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein di Jakarta pada 14 November 2025, sebagaimana dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kunjungan ini akan menjadi pertemuan lanjutan dari hubungan personal dan diplomatik yang telah lama terjalin antara kedua pemimpin.
Pertemuan Diplomatik dan Kerja Sama Strategis
Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia dipersiapkan sebagai bagian penting dari hubungan bilateral antara dua negara. Sebelumnya, pada April 2025, Prabowo menjalin kunjungan kenegaraan ke Amman, Yordania. Di mana Raja Abdullah II secara pribadi menyambut dan mengantar Presiden Prabowo dari bandara militer ke hotel.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) strategis antara Indonesia dan Yordania di bidang pertahanan, pertanian, pendidikan dan keagamaan.
Kunjungan 14 November ini, maka, dilihat sebagai kelanjutan konkret dari komitmen bersama yang telah dimulai.
Sejarah Persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II
Kedekatan mereka tak muncul secara instan. Prabowo sendiri mengakui bahwa persahabatan mereka telah terjalin sejak masa muda.
Menurut laporan, keduanya pertama kali bertemu pada 4 Desember 1995 saat acara pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Raja Abdullah II dan Prabowo ternyata sama-sama pernah menempuh pelatihan militer di Akademi Ranger AS di Fort Benning.
Selama Prabowo sempat tinggal di Yordania setelah meninggalkan Indonesia pada 1998, kerajaan Yordania memberikan sambutan hangat. Bahkan menurut sebagian laporan, Yordania pernah mempersilakan Prabowo memperoleh kewarganegaraan Yordania, meskipun Prabowo tetap memilih warga negara Indonesia.
Raja Abdullah II dalam sambutannya mengatakan bahwa persahabatan mereka “telah terjalin selama berpuluh-puluh tahun sejak kita masih menjadi prajurit muda.”
Momen keakraban juga terlihat saat Prabowo tiba di Amman pada 13 April 2025; Raja Abdullah II menyambut langsung di apron bandara dan kemudian turut mengemudikan mobil yang membawa Prabowo ke hotelnya.
Hubungan pribadi ini kemudian menjadi fondasi kuat bagi hubungan diplomatik yang berkembang antara Indonesia dan Yordania.
Relevansi untuk Indonesia
Pertemuan yang akan digelar pada 14 November nanti bukan hanya soal kehormatan diplomatik, tetapi memiliki makna strategis. Dengan keakraban personal Prabowo dan Raja Abdullah II, ada harapan bahwa kesepakatan yang dihasilkan akan lebih cepat dijalankan dan lebih berdampak.
Dalam konteks global, khususnya isu Timur tengah seperti Palestina, Indonesia dan Yordania berbagi posisi sejenis dan saling mendukung. Hubungan Prabowo dan Abdullah II pun memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi perdamaian.
Bagi Yordania, akses ke pasar ASEAN melalui Indonesia juga menjadi peluang. Sehingga kunjungan ini bisa membuka jalur baru kerja sama ekonomi, pendidikan, investasi dan pertahanan.












