Kabar5News – Pemerintah menunjukkan ketegasan yang selama ini dinantikan para petani. Sebanyak 115 kios pupuk subsidi dicabut izin usahanya setelah terbukti melakukan pelanggaran serius, menjual pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tindakan ini bukan sekadar penertiban administratif, tetapi sinyal keras bahwa negara tidak lagi mentolerir praktik-praktik nakal yang merugikan petani, apalagi di tengah kondisi kebutuhan pupuk yang begitu mendesak.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah akan berdiri di belakang petani dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku penyimpangan.
“Tidak ada ampun bagi kios yang berani bermain harga. Jika terbukti menjual di atas HET, izin usahanya langsung kami cabut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengecekan terus dilakukan dari tingkat pusat hingga ke lapangan, dan setiap bukti yang masuk akan segera ditindak tanpa menunggu lama.
Ketegasan pemerintah ini bukan hanya terjadi sekali. Sebelumnya, 190 distributor dan pengecer juga telah kehilangan izin usaha karena melakukan hal serupa.
Gelombang penindakan ini menunjukkan bahwa pemerintah bergerak sistematis, bukan reaktif.
Pembersihan dilakukan dari hulu hingga hilir agar distribusi pupuk subsidi berjalan adil, tepat sasaran, dan tidak dimonopoli oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi.
Menteri Amran bahkan mengajak para petani dan kelompok tani di seluruh Indonesia untuk turut mengawasi jalannya distribusi pupuk.
“Laporkan jika ada pelanggaran. Kerahasiaan pelapor kami jamin. Nama tidak akan kami munculkan,” ujarnya.

Langkah tegas Menteri Arman mendapat apresiasi dari publik, salah satunya dari Masyarakat Konsumen Indonesia (MKI). Direktur MKI, Lilis Tina Kanan mengatakan, negara akhirnya hadir dengan kekuatan penuh untuk melindungi petani yang merupakan pilar utama ketahanan pangan bangsa.
Menurut Lilis, sudah saatnya oknum-oknum yang ingin memperkaya diri sendiri di atas penderitaan petani diberi sanksi tanpa kompromi.
“Dengan tindakan cepat dan berani seperti ini, pemerintah, khususnya Menteri Pertanian, menunjukkan komitmen kuat membangun tata kelola pupuk yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” kata Lilis












