Kabar5News – Dampak fatal Galodo yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, membuat tempat wisata Danau Singkarak yang melegenda tidak lagi menampakkan pesonanya.
Tumpukan kayu gelondongan yang jumlahnya sangat banyak, hampir menutupi seluruh permukaan air danau.
Padahal di dalamnya ada biota sungai, bisa dijadikan lauk lezat masyarakat sekitar.

Sampah kayu gelondongan seolah tidak mengenal ampun menumpuk di Danau Singkarak, yang berlokasi dalam wilayah Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada, Minggu (30/11/2025).
Pemandangan tumpukan kayu yang ada di permukaan air danau, sebenarnya akibat dari banjir bandang beberapa hari yang terjadi pada banyak wilayah di Sumatera.
Apa yang dimaksud dengan Galodo?
Istilah Galodo mencuat tatkala tumpukan kayu gelondongan menutupi permukaan air Danau Singkarak.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Galodo merupakan sebutan banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera Barat.
Bukan sekedar banjir semata, namun membawa banyak sekali campuran material berupa pasir, kerikil, batu, kayu gelondongan dan aneka bahan-bahan lainnya dengan kecepatan tinggi melibas yang ada disekitarnya.
Pemicu utama terjadinya fenomena Galodo yakni adanya curah hujan sangat tinggi, yang mana mengalir cepat bergerak di kawasan lereng maupun daerah rendah serta tidak mampu menyerap air secara maksimal.
Dampak peristiwa tersebut sangat merugikan, karena mampu menghancurkan lahan pertanian, pemukiman, berbagai fasilitas lain hingga menelan korban jiwa.
Lokasi umum terjadinya fenomena Galodo, biasanya sering melanda lereng gunung.
Melansir keterangan dari Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, sampai Senin (1/12/2025) jumlah korban di wilayah Sumatera Barat mencapai 165 jiwa.
Fenomena tersebut bisa diupayakan mitigasi tepat secara struktural berupa pembangunan infrastruktur contohnya sabo dam untuk menahan material serta laju air.
Sedangkan non struktural berupa pembuatan sistem peringatan dini, pemantauan dan penanaman kembali di lereng gunung untuk cegah longsor.
Keindahan Danau Singkarak Sumatera Barat yang Kini Kena Galodo
Danau Singkarak Sumatera Barat termasuk terbesar, melegenda dengan pesona alamnya yang indah, udara bersih, sejuk bikin wisatawan betah berlama-lama di sana.
Air danau sangat jernih, biru kehijauan, tenang, layaknya sungai di negara Swiss, menyimpan keunikan dengan hadirnya ikan bilih.
Ikan tersebut berukuran kecil sebesar jari kelingking yang bisa diolah menjadi lauk lezat sekaligus bergizi tinggi.
Saat berkunjung ke sana, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam saja.
Tetapi, diberi kesempatan wisata naik perahu ke tengah danau sambil memancing ikan bersama warga lokal.
Wisatawan biasanya menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Bandara Internasional Minangkabau.
Sebagai tambahan informasi, untuk wilayah Sumatera Barat. Jalur utama Bukittinggi-Padang putus terkena longsor serta jembatan rusak.
Jalur yang terdampak meliputi jalur nasional Bukittinggi-Padang, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Ampek Koto.












