Kabar5News – Profesi clipper menjadi peluang baru bagi siapa saja yang ingin produktif menghasilkan uang, dengan waktu kerja fleksibel.
Dalam menjalankan tugas harian, clipper umumnya membutuhkan konten untuk dianalisa moment-moment emasnya, kemudian diolah menjadi konten pendek bermanfaat.
Konten pendek yang dihasilkan clipper akan diunggah dalam berbagai platform media sosial seperti TikTok, Reels, Short dan lain-lain. Sehingga memungkinkan mendapat banyak view.
Banyak sedikitnya view tergantung kualitas konten pendek yang dihasilkan, semakin otentik, sesuai target audiens bakal memancing orang-orang baru untuk melihat sampai tuntas.
Karena job desk utama memotong momen tertentu dalam video panjang yang berasal dari podcast, webinar, youtube dan lainnya.
Maka, rentan terkena risiko pelanggaran hak cipta.
Sebab Potensial Pelanggaran Hak Cipta
Seorang clipper jika tidak hati-hati akan mudah terkena potensi pelanggaran copyright. Ada beberapa penyebab utama yang perlu dipahami.
1. Tidak ada izin saat menggunakan sumber konten
Hal pertama yang riskan adanya sanksi pelanggaran copyright berkaitan dengan izin.
Umumnya konten video asli seperti vlog, podcast dan lain-lain dilindungi hak cipta.
Saat seseorang mengambil potongan video tanpa izin pemilik asli, otomatis terjadi pelanggaran.
Sebab melanggar hak eksklusif pencipta terkait penggandaan karya.
2. Memotong video untuk tujuan komersial
Pelanggaran lebih parah lagi saat memotong video panjang untuk dijadikan sarana menghasilkan uang, contohnya seperti YouTube dengan iklan. Itu bisa meningkatkan risiko hak cipta.
3. Kontekstualisasi salah
Konten pendek hasil kliping video panjang mudah sekali disalah artikan, saat konteks asli hilang.
Cara Aman dan Pengecualian Clipper Tidak Kena Copyright
Kliping video panjang yang dilakukan clipper tetap masuk kategori aman dari masalah hak cipta jika memenuhi 5 hal berikut ini.
1. Penggunaan wajar
Klip atau konten pendek bisa dianggap wajar, tidak terdeteksi pelanggaran jika dipakai untuk tujuan edukasi, kritik maupun ulasan bermanfaat.
Asal sesuai kriteria seperti jumlah klip singkat serta tidak merugikan nilai ekonomi konten aslinya.
2. Izin pemilik
Supaya lebih aman saat kliping video, sebaiknya meminta izin pada pemilik konten asli.
3. Konten asli
Jauh lebih aman, anti ribet saat clipper kreatif bikin konten sendiri. Biasanya totalitas, bermakna, langsung tepat sasaran.
4. Materi berlisensi
Saat kliping, sebaiknya memakai klip bebas royalti maupun yang lisensinya mengizinkan penggunaan ulang.
5. Alat bantu
Clipper bisa memanfaatkan tools kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi pelanggaran hak cipta, sebelum konten di upload ke medsos.
Sanksi hukum di Indonesia berkaitan pelanggaran hak cipta berupa denda, teguran, penghapusan video, pidana penjara, sesuai UU Pelanggaran Hak Cipta.












