Kabar5news
Sabtu,7 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Ketika Siasat Marsose Mematahkan Perlawanan Aceh

Selama puluhan tahun, Kerajaan Belanda dibuat frustrasi oleh taktik gerilya, fanatisme agama, dan ketangguhan pejuang Aceh

Kurt Morrison by Kurt Morrison
18 Desember 2025
in HIBURAN
0
Ketika Siasat Marsose Mematahkan Perlawanan Aceh

Korps Marsose. Gambar: Tengkuputeh

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Perang Aceh (1873–1914) tercatat sebagai salah satu palagan paling berdarah dan melelahkan dalam sejarah kolonialisme Belanda di Nusantara. Selama puluhan tahun, Kerajaan Belanda dibuat frustrasi oleh taktik gerilya, fanatisme agama, dan ketangguhan pejuang Aceh.

Pada akhir abad ke-19, militer Belanda menyadari bahwa pasukan infanteri biasa yang terbiasa dengan pola perang Eropa tidak akan pernah menang di hutan Aceh. Atas saran dari Christiaan Snouck Hurgronje, seorang orientalis yang mempelajari struktur sosial Aceh, Belanda membentuk Korps Marsose.

RELATED POSTS

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Korps Marsose (bahasa Belanda: Korps Marechaussee te Voet) adalah satuan militer elite yang dibentuk oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1890. Pembentukannya merupakan jawaban atas kegagalan tentara reguler Belanda (KNIL) yang selalu kewalahan menghadapi taktik gerilya rakyat Aceh yang cepat dan mematikan.

Berbeda dengan tentara infanteri biasa yang bergerak lamban dengan seragam berat dan barisan kaku, Marsose didesain sebagai gerilyawan tandingan, dipersenjatai dengan senjata tajam (klewang) untuk pertempuran jarak dekat. Mereka mampu mengejar pejuang Aceh hingga ke pelosok hutan dan puncak gunung.

Menariknya, sebagian besar anggota Marsose bukanlah orang Eropa, melainkan serdadu pribumi pilihan (seperti dari Ambon, Jawa, dan Minahasa) yang dipimpin oleh perwira Belanda. Mereka dianggap lebih tangguh menghadapi iklim tropis.

​Puncak dari efektivitas Marsose terjadi di bawah komando J.B. van Heutsz. Dengan moto “menyerang untuk mengamankan,” Marsose mulai melakukan penetrasi ke wilayah-wilayah pedalaman yang sebelumnya tak tersentuh, seperti Gayo dan Alas.

Strategi Marsose brutal dan sistematis. Mereka tidak lagi menunggu diserang, melainkan melakukan pengejaran tanpa henti (de permanente achtervolging). Hal ini membuat para pemimpin perlawanan seperti Cut Nyak Dhien, Panglima Polim, dan Teuku Umar kehilangan ruang gerak. Logistik mereka diputus, dan perlindungan dari desa-desa dihancurkan melalui teror serta tekanan militer yang masif.

Kehancuran perlawanan Aceh secara terstruktur mulai terlihat pada awal 1900-an. Pasukan Marsose melakukan ekspedisi ke Gayo dan Alas pada tahun 1904 di bawah pimpinan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen. Dalam ekspedisi ini, benteng-benteng pertahanan rakyat Aceh dihancurkan dengan korban jiwa yang sangat besar.

Gugurnya Teuku Umar pada 1899 dan penangkapan Cut Nyak Dhien pada 1905 menjadi simbol melemahnya pusat komando gerilya. Para pejuang yang tersisa terpaksa bergerak dalam kelompok-kelompok kecil yang terisolasi, tanpa koordinasi pusat, hingga akhirnya satu per satu menyerah atau gugur dalam pertempuran yang tidak seimbang.

Namun demikian meskipun secara resmi perang dinyatakan berakhir, api perlawanan tetap membara hingga kedatangan Jepang. Menjadi bukti betapa gigihnya rakyat Aceh dalam mempertahankan kedaulatannya hingga tetes darah terakhir, memaksa Kerajaan Belanda untuk mengerahkan semua kekuatan yang mereka miliki.

Tags: Cut Nyak DienKorps MarsoseMarsosePerang AcehTeuku Umar
Previous Post

Rayakan Tahun Baru 2026, Ini 5 Spot Camping City Light di Bogor

Next Post

Momen Natal 2025, Ini 10 Hidangan Khas Daerah yang Selalu Hadir di Meja Keluarga

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

by Kurt Morrison
7 Februari 2026
0

Kabar5News - Jakarta, tahun 1940-an. Di tengah kepulan asap kretek dan aroma kopi tubruk di kawasan Senen, seorang pria dengan...

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

Bagaimana Perang Jawa Menjadi Jalan Kemerdekaan Belgia dari Belanda

by Kurt Morrison
5 Februari 2026
0

Kabar5News - Sejarah seringkali bekerja dengan cara yang misterius. Siapa sangka bahwa dentuman meriam di perbukitan Menoreh dan gerilya Pangeran...

Zubaidah Si Ida

Zubaidah Si Ida

by Redaksi
5 Februari 2026
0

Sebuah prosa sastra karya Taufan Hunneman Kabar5News - Zubaidah, atau akrab disapa Ida, adalah seorang pegawai bank yang baru saja...

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

Kisah Si Anjing Kurap Bagian II

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Sebuah karya sastra Taufan Hunneman Kabar5News - Aku adalah anjing kurap Yang menyaksikan kemunafikan hidup. Suara lantang hanya untuk posisi,...

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

Sinopsis yang Bersastra: Catatan Marlin Dinamikanto Tentang Prosa ‘Di Bandung Cinta Bersemi’

by Redaksi
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Sepintas membaca cerita yang disebutnya Prosa Sastra berjudul Di Bandung Cinta Bersemi karya Taufan Hunneman ini terkesan aneh....

Next Post
Momen Natal 2025: Ini 10 Hidangan Khas Daerah yang Selalu Hadir di Meja Keluarga

Momen Natal 2025, Ini 10 Hidangan Khas Daerah yang Selalu Hadir di Meja Keluarga

Wujudkan Diversifikasi Pasokan, PGN dan Dart Energy Kerjasama Pemanfaatan CBM dari WK GMB Tanjung Enim

Wujudkan Diversifikasi Pasokan, PGN dan Dart Energy Kerjasama Pemanfaatan CBM dari WK GMB Tanjung Enim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Februari 2026
Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

7 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In