Kabar5News – Simpul Aktivis Angkatan 98 atau SIAGA 98 menyatakan mendukung kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, menggunakan Maung MV3, sebagai kendaraan operasional TNI dan Polri.
Kendaraan produksi PT Pindad itu akan digunakan oleh seluruh jajaran TNI dan Polri, termasuk untuk personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan sebuah kemajuan yang signifikan dalam hal kemandirian pertahanan dan keamanan Indonesia.
“Kebijakan ini menandaskan bahwa perlindungan dan keamanan nasional kita sudah mandiri dan berdaulat. Indonesia kini memiliki kemampuan dalam industri nasional untuk menjaga stabilitas perlindungan dan keamanan,” ungkap Hasanuddin, dikutip Selasa (4/3/2025).
Tak hanya oleh TNI dan Polri, Hasanuddin berharap, kendaraan taktis Maung Garuda juga digunakan oleh pejabat negara.
Diantaranya, mulai dari tingkat menteri, gubernur, hingga bupati serta anggota legislatif (DPR RI) dan duta besar Indonesia di luar negeri.

Jika hal itu diterapkan, menuruh Hasanuddin, seluruh penyelenggara negara di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mendukung penggunaan produk dalam negeri, khususnya kendaraan buatan PT Pindad.
“Kami, SIAGA 98 meminta semua pihak mendukung dan mempercepat langkah Menhan ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyerahkan 700 unit kendaraan operasional Maung MV3 ke TNI-Polri.
Prosesi serah terima berlangsung di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (1/3/2025).
Penyerahan tahap II ini juga bertepatan dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949, sebuah momen bersejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia, yang menunjukkan ketangguhan TNI bersama rakyat dalam merebut kembali Yogyakarta dari pendudukan Belanda.