Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdananya ke kawasan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Senin (12/1/2026) petang. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo disebut memberikan sejumlah koreksi ibu kota baru.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo mendarat di IKN bersama beberapa menteri untuk menerima laporan langsung mengenai progres pembangunan dari Kepala Otorita IKN (OIKN).
“Bapak Presiden mendapatkan update dari Ketua OIKN terkait progres pembangunan. Dalam kesempatan itu, beliau memberikan beberapa catatan, terutama mengenai desain dan fungsi,” ujar Prasetyo.
Presiden meminta pihak OIKN bersama Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan perbaikan terhadap desain kawasan serta penajaman fungsi IKN. Sejak awal, Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar IKN dapat segera menjalankan perannya sebagai pusat pemerintahan.
IKN sendiri dirancang melalui proses panjang dan kolaboratif. Konsep tata kota utama IKN disusun oleh tim arsitek yang dipimpin Sibarani Sofian dan tim, pemenang sayembara desain IKN pada tahun 2019.
Lantas siapa Saja Orang yang Mendesain IKN ini?, berikut penjelasannya :
1. Sibarani Sofian
Arsitek perkotaan perancang konsep kota IKN “Nagara Rimba Nusa”, kota hutan yang terintegrasi dengan alam dan budaya.
2. I Nyoman Nuarta
Maestro patung nasional perancang Istana Garuda IKN, simbol perlindungan dan kewibawaan bangsa.
3. Aulia Akbar
Desainer logo IKN “Pohon Hayat”, pemenang sayembara logo nasional yang melambangkan kehidupan dan persatuan.
Menurut rencana, IKN akan difungsikan sebagai ibu kota politik pada tahun 2028, dengan beroperasinya lembaga legislatif dan yudikatif. Karena itu, desain kawasan tidak hanya dituntut modern dan ramah lingkungan, tetapi juga harus mampu mendukung fungsi pemerintahan secara efektif.
“Diminta terus-menerus kepada OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki. Catatannya untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan, supaya tiga fungsi pemerintahan bisa segera berjalan,” kata Prasetyo.
Meski demikian, pemerintah belum merinci bagian desain dan fungsi mana yang secara spesifik dikoreksi oleh Presiden. Prasetyo menyebut adanya evaluasi tersebut masih bersifat internal dan menjadi bahan tindak lanjut bagi instansi terkait.
IKN sendiri memang dirancang melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perencana nasional, konsultan arsitektur, hingga tim teknis lintas kementerian.
Namun, koreksi langsung dari Presiden menegaskan bahwa desain ibu kota baru bukan konsep final yang tertutup dari evaluasi, melainkan proyek strategis yang terus disempurnakan sesuai kebutuhan negara.
Langkah Prabowo ini dinilai sebagai penegasan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada ketepatan fungsi dan keberlanjutan jangka panjang sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia.












