Kabar5News – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, usai menghadiri acara Halalbihalal Buruh bersama Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, di Tangerang.
Andi menyebutkan bahwa peresmian museum tersebut akan dihadiri oleh Presiden, jajaran pemerintah, serta perwakilan buruh dari berbagai daerah di Indonesia.
Tercatat sekitar 115 konfederasi dan federasi buruh dijadwalkan turut hadir dalam agenda tersebut.
“Kami bersama Bapak Presiden, bersama Pak Kapolri dan seluruh pimpinan buruh ada sekitar 115 konfederasi dan federasi di seluruh Indonesia hadir ke Nganjuk untuk peresmian Museum Ibu Marsinah,” ujar Andi.
Sebelum menuju Nganjuk, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Buruh di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sekitar 200 ribu buruh yang hadir.
“Dipastikan Presiden akan berada di Monas untuk merayakan May Day bersama 200.000 buruh dan menyampaikan pidato kenegaraan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi menilai peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum penting dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja serta mendorong kebangkitan sektor industri nasional.
Menurutnya, pemerintah dan perwakilan buruh juga akan membahas berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan industri di berbagai sektor.
“Beliau yang akan menyampaikan pengumuman langsung mengenai peningkatan kesejahteraan buruh dan kebijakan akan diumumkan setelah kembali dari kunjungan luar negeri,” jelas Andi.
Peresmian Museum Ibu Marsinah sendiri menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan buruh di Indonesia.
Marsinah dikenal sebagai sosok aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja, sehingga kehadiran museum ini diharapkan menjadi pengingat sejarah sekaligus inspirasi bagi generasi pekerja ke depan.
Melalui rangkaian agenda ini, pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan dengan kalangan buruh serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.












