Kabar5News – Dalam rangka meningkatkan akselerasi penyerapan pupuk bersubsidi, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajak 380 petani terdaftar untuk melakukan tebus bersama pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada program “Rembuk Tani dan Tebus Bersama” yang diselenggarakan di Aula, Kantor Bupati Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Senior Manager (SM) Penjualan Regional 4A PT Pupuk Indonesia (Persero), Sukodim, menyatakan bahwa “Rembuk Tani dan Tebus Bersama” merupakan aksi strategis untuk merumuskan langkah kolaboratif demi mendongkrak produktivitas pertanian dan mendukung program swasembada pangan nasional.
“Pupuk Indonesia tidak hanya menyalurkan, tetapi juga mengawal. Kami secara aktif melakukan sosialisasi di semua tingkatan dan telah menyiapkan dukungan teknis seperti tim kawalan lapangan dan fasilitas mobil uji tanah. Tujuannya agar petani dapat menerapkan pemupukan berimbang yang efektif. Kami siap bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mensukseskan swasembada pangan sesuai arahan Bapak Presiden,” demikian ungkap Sukodim.
Forum yang mempertemukan 380 petani dan pemangku kepentingan ini menyoroti bahwa realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Pinrang telah mencapai 40 persen. Sukodim menilai angka ini menunjukkan adanya peluang besar untuk optimalisasi penyerapan.
Dengan demikian, Sukodim menilai bahwa forum ini menjadi momentum bagi seluruh stakeholder untuk menyatukan langkah dalam mengakselerasi penyerapan pupuk demi tercapainya target ketahanan pangan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Kabupaten Pinrang siap mendukung optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pinrang, kami siap berkolaborasi secara intensif dengan Pupuk Indonesia. Dinas Pertanian akan menjadi garda terdepan dalam mengawal program ini. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk kesejahteraan petani dan kesuksesan program pangan nasional,” tegas Bupati.
Semangat kolaborasi ini disambut antusiasme tinggi dari para petani. Sebagai bukti nyata, dalam kegiatan ini berhasil ditebus sebanyak 198,3 ton pupuk bersubsidi yang terdiri dari 95,3 ton Urea, 94,1 ton NPK Phonska dan 8,9 ton NPK FK Kakao. Ini menunjukkan respons positif dan kesadaran petani untuk segera memanfaatkan alokasi yang tersedia.
PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk Urea terbesar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara dengan total kapasitas produksi pabrik pupuk mencapai 14,6 juta ton per tahun. Dalam mengemban tugas mendukung ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan 9 (sembilan) anak perusahaannya memiliki sejumlah produk pupuk yang terdiri dari pupuk Urea, NPK, ZA, Organik, dan SP36 yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Memiliki fasilitas pendukung antara lain berupa pelabuhan dan sarananya, kapal angkutan, distribution center, pergudangan, serta unit pengantongan pupuk yang memperlancar proses produksi dan distribusi pupuk. Kegiatan operasional Pupuk Indonesia Group bergerak di bidang industri pupuk, petrokimia dan agrokimia, steam (uap panas) dan listrik, pengangkutan dan distribusi, perdagangan serta EPC (Engineering, Procurement and Construction).
Sembilan anak perusahaan dimaksud sebagai berikut: PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Pupuk Indonesia Niaga (PIN), PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP), dan PT Rekayasa Industri (Rekind).